Jakarta, MIMBARBANGSA.COM — Bukan sekali Oki Setiana Dewi mendapat kritikan saat berdakwah. Dahulu, Oki Setiana Dewi pernah mendapat petisi menolak penampilannya ceramah di televisi.
Pada 2016 sempat muncul petisi yang meminta tayangan televisi setop menampilkan Oki Setiana Dewi sebagai penceramah.
Banyak yang menganggap jika Oki Setiana Dewi adalah ustazah abal-abal atau yang tidak sebenarnya ustazah. Saat ini petisi tersebut sudah ditutup dan mendapat tanda tangan lebih dari 3.000 orang.
Petisi itu muncul karena Oki Setiana Dewi dianggap tak pantas disebut pendakwah. Oki dianggap belum fasih dalam melafalkan hadis dan ayat-ayat suci Al Quran yang disampaikan dalam kajian agamanya
Pada saat itu, Oki Setiana Dewi melalui sang suami memberikan jawaban. Ory Vitrio, suami Oki Setiana Dewi menganggap itu biasa-biasa saja.
“Oki biasa-biasa saja (soal petisi),” dalam wawancara pada 28 April 2016.
Tahun ini, Oki Setiana Dewi kembali menuai kritik. Ceramahnya 2 tahun lalu di daerah Magelang, Jawa Tengah, dianggap menormalkan KDRT.
Oki Setiana Dewi sudah menuliskan permintaan maaf soal apa kegaduhan yang terjadi. Ia mengatakan jika ceramahnya yang viral itu adalah potongan dan tidak ditayangkan secara utuh.
Berikut permintaan maaf dan penjelasan lengkap dari Oki Setiana Dewi.
“Jumat Mubarak. Assalamualaikum sahabat semua, kemarin saya mendapatkan pesan dari beberapa teman mengenai potongan ceramah saya 2 atau 3 tahun lalu. Di atas inilah videonya versi lebih panjang. Terimakasih atas perhatian dan kasih sayangnya. Tentu saya sangat menolak kekerasan dalam rumah tangga. Mohon maaf lahir batin atas kesalahan dalam menyampaikan dan semoga Allah mengampuni saya dalam setiap kesalahan-kesalahan saya,” buka Oki Setiana Dewi dalam Instagram miliknya.











