Jakarta, MIMBARBANGSA.COM — Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, menghadirkan kebijakan cukai hasil tembakau yang lebih berimbang dengan tetap memperhatikan kelangsungan industri legal, penyerapan tembakau dalam negeri, dan kehidupan petani.
Harapan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan sebelumnya telah lama berkecimpung dalam perumusan kebijakan fiskal sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan dinilai APTI menjadi momentum untuk mengevaluasi arah kebijakan cukai hasil tembakau. Organisasi petani itu berpandangan kebijakan fiskal terhadap industri hasil tembakau tidak hanya menyangkut penerimaan negara, tetapi juga berpengaruh terhadap kemampuan industri menyerap hasil panen petani.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTI, Agus Parmuji, mengharapkan Menteri Keuangan yang baru memahami hubungan antara kebijakan cukai, keberlangsungan industri hasil tembakau legal, peredaran rokok ilegal, dan kondisi ekonomi petani.
Menurut APTI, kenaikan tarif cukai yang terlalu tinggi berpotensi menekan penjualan produk legal. Organisasi tersebut menilai kesenjangan harga yang semakin lebar antara rokok legal dan ilegal dapat mendorong sebagian konsumen beralih kepada produk tanpa pita cukai atau produk yang menggunakan pita cukai tidak sesuai ketentuan.
Pandangan itu merupakan sikap APTI dan membutuhkan pembacaan bersama dengan pertimbangan pemerintah mengenai penerimaan negara, penegakan hukum, kesehatan masyarakat, dan pengendalian konsumsi produk tembakau.








