Riyanto (32) anak Sumanto mengaku tidak masalah meski keluarganya harus hidup sendiri. Di kampung tersebut mereka juga terhitung warga baru.
“Ya tidak apa-apa. Dari awal dengan tetangga di sini kan agak jauh, sebab keluarga saya sebenarnya orang baru di sini tapi tidak tahu kalau tetangga mau kena tol semua,” kata Riyanto.
Riyanto menjelaskan meskipun tidak punya tetangga keluarganya biasa saja. Sebab jalan di depan rumah merupakan jalan ramai.
“(Data) KTP kita belum sini (RT 14), hanya rumah kita di sini. Ya tidak susah, tetap ramai karena jalan ini kan ramai, jalan utama ke arah Delanggu,” kata Riyanto kepada detikJateng di lokasi.
Tidak hanya warga Klaten, menurut Riyanto, warga dari Solo dan Sukoharjo juga sering lewat jalan itu. Terutama yang akan wisata ke Ponggok dan Janti.
“Yang dari arah Sukoharjo, Solo yang mau wisata lewatnya sini lebih dekat. Daripada lewat Tegalgondo, ramai dan memutar,” imbuh Riyanto.
menjelaskan meskipun tidak punya tetangga keluarganya biasa saja. Sebab jalan di depan rumah merupakan jalan ramai.
“(Data) KTP kita belum sini (RT 14), hanya rumah kita di sini. Ya tidak susah, tetap ramai karena jalan ini kan ramai, jalan utama ke arah Delanggu,” kata Riyanto kepada detikJateng di lokasi.
Tidak hanya warga Klaten, menurut Riyanto, warga dari Solo dan Sukoharjo juga sering lewat jalan itu. Terutama yang akan wisata ke Ponggok dan Janti.
“Yang dari arah Sukoharjo, Solo yang mau wisata lewatnya sini lebih dekat. Daripada lewat Tegalgondo, ramai dan memutar,” imbuh Riyanto.








