Kemnaker Mulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 untuk 12.128 Peserta

Kemnaker memulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 dengan 12.128 peserta untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja.

Nasional273 Views
Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk

Banten, MIMBARBANGSA.COM — Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 resmi dimulai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan melibatkan 12.128 peserta secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Kick-off pelatihan tersebut digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia.

Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk

Pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menyesuaikan kompetensi tenaga kerja dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program pelatihan vokasi merupakan bagian dari stimulus ekonomi Semester II 2026. Program tersebut juga menjadi bagian dari arahan Presiden untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

“Bapak Presiden mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi,” ujar Airlangga.

Fokus pada Talenta Digital dan Ekonomi Hijau

Airlangga menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, reskilling, dan upskilling dinilai menjadi kebutuhan penting.

Dua sektor yang dinilai memiliki prospek besar sekaligus membutuhkan talenta dengan kompetensi baru adalah sektor digital dan ekonomi hijau.

Kebutuhan talenta digital diproyeksikan mencapai 2,7 juta orang pada 2030. Di sisi lain, perkembangan energi terbarukan juga menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus.

Sejumlah profesi baru maupun yang semakin dibutuhkan antara lain teknisi panel surya, teknisi turbin, hingga tenaga yang memiliki kompetensi di bidang smart farming.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tenaga kerja tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan yang dimiliki saat ini. Mereka perlu terus meningkatkan dan menyesuaikan kompetensi agar dapat mengikuti perubahan teknologi serta kebutuhan industri.

“Jadi ini adalah salah satu yang didorong oleh Bapak Presiden, sehingga retraining dan reskilling di dua sektor unggulan ini menjadi sangat penting,” katanya.

Melalui pelatihan vokasi, pemerintah berupaya memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan kebutuhan nyata di dunia usaha dan dunia industri.

Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, durasi pelatihan disesuaikan dengan jenis dan tingkat kompetensi yang diberikan kepada peserta.

Peserta juga memperoleh uang saku serta fasilitas pelatihan sesuai dengan ketentuan program yang berlaku.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi bukti formal atas kompetensi yang dimiliki peserta ketika memasuki pasar kerja.

“Ini yang kita harapkan menjadi daya saing, menjadi sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada industri. Ini loh, kemampuan saya,” ujar Yassierli.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja tidak hanya ditujukan untuk memperbesar peluang memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Dengan kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri, peserta diharapkan mampu lebih siap menghadapi proses rekrutmen, beradaptasi dengan perubahan teknologi, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Target 340.000 Peserta Sepanjang 2026

Kemnaker terus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi melalui jaringan lembaga pelatihan yang tersebar di berbagai daerah.

Ekosistem tersebut mencakup 21 UPTP BPVP, 13 Satuan Layanan Pelatihan, serta 286 UPTD Balai Latihan Kerja (BLK).

Pada 2026, Kemnaker menargetkan program Pelatihan Vokasi Nasional dapat menjangkau sebanyak 340.000 peserta.

Target tersebut terdiri atas 70.000 peserta melalui alokasi APBN dan tambahan 270.000 peserta melalui program stimulus ekonomi Semester II 2026.

Besarnya target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah peserta pelatihan, tetapi juga mendorong agar pelatihan memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan kebutuhan pasar kerja.

Enam Tujuan Utama Pelatihan Vokasi Nasional

Pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional pada dasarnya diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas tenaga kerja dan perekonomian nasional.

Setidaknya terdapat sejumlah tujuan utama yang ingin dicapai melalui program tersebut.

Pertama, meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja agar kemampuan peserta semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.

Kedua, memperkecil kesenjangan kompetensi atau skill gap antara kemampuan tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan, dunia usaha, dan dunia industri.

Ketiga, meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pasar kerja, terutama pada sektor-sektor yang mengalami transformasi cepat seperti digital dan ekonomi hijau.

Keempat, memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan vokasi yang berkualitas dan relevan, sehingga kesempatan meningkatkan keterampilan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Kelima, mendukung peningkatan kesempatan kerja dan pengembangan kewirausahaan. Kompetensi yang diperoleh peserta diharapkan dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun menjadi modal dalam membangun usaha secara mandiri.

Keenam, mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, Pelatihan Vokasi Nasional tidak hanya diarahkan untuk memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga membangun tenaga kerja yang adaptif, produktif, dan mampu mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja.

Ke depan, Kemnaker diharapkan terus memperkuat keterhubungan antara lembaga pelatihan, dunia usaha, dunia industri, dan pasar kerja. Keterhubungan tersebut menjadi penting agar kompetensi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan.

Melalui pendekatan tersebut, pelatihan vokasi diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, mendorong kewirausahaan, sekaligus memperkuat produktivitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *