Menuju HUT ke-31, Museum Pusaka Nias Siapkan Edukasi Budaya untuk Generasi Muda

Museum Pusaka Nias membentuk panitia HUT ke-31 dan menyiapkan kegiatan edukatif berupa pengenalan permainan tradisional bagi anak TK serta pemahaman budaya Nias

Walas MBG
22 September 2026 | 11:24 WIB245 Views

Menuju HUT ke-31, Museum Pusaka Nias Siapkan Edukasi Budaya untuk Generasi Muda

Budaya245Views

GUNUNGSITOLI, MIMBARBANGSA.COM Museum Pusaka Nias mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 dengan menempatkan edukasi budaya bagi generasi muda sebagai salah satu fokus utama.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat staf bersama Ketua Yayasan Pusaka Nias, P. Dionisius Laia, OFMCap, dan Pendiri Museum Pusaka Nias, P. Johannes M. Hammerle, OFMCap. Rapat membahas pembentukan panitia inti serta rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memeriahkan peringatan HUT museum.

Berdasarkan catatan lapangan reporter, rapat menetapkan Nata’alui Duha, S.Pd. sebagai Ketua Panitia dan Carlos Lase sebagai Wakil Ketua. Posisi sekretaris dipercayakan kepada Fabius Ndruru dengan Oktoberlina Telaumbanua sebagai Wakil Sekretaris.

Sementara itu, Hatima Farasi ditetapkan sebagai Bendahara dan Idaman Harefa sebagai Wakil Bendahara. Susunan tersebut menjadi tim inti yang akan mengoordinasikan persiapan dan pelaksanaan kegiatan HUT ke-31 Museum Pusaka Nias.

Pembentukan panitia menjadi tahap awal sebelum masing-masing agenda disusun lebih rinci. Dalam pembahasan awal, museum mengarahkan kegiatan agar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi ruang belajar bagi anak-anak dan pelajar untuk mengenal budaya Nias.

Permainan Tradisional untuk Anak TK

Salah satu program yang direncanakan adalah pengenalan permainan tradisional Nias kepada anak-anak tingkat taman kanak-kanak. Kegiatan tersebut diarahkan sebagai sarana pengenalan budaya sejak usia dini melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak.

Melalui permainan tradisional, anak-anak diharapkan dapat mengenal bagian dari warisan budaya Nias dengan cara yang menyenangkan. Program ini juga menjadi upaya memperkenalkan kembali permainan lokal di tengah perubahan pola bermain anak yang semakin dipengaruhi teknologi dan permainan digital.

Dalam konteks program yang sedang disusun, permainan tradisional ditempatkan bukan sekadar sebagai aktivitas hiburan. Pengenalan permainan lokal juga dimaksudkan untuk membuka ruang pengenalan terhadap kebiasaan, nilai kebersamaan, dan pengetahuan yang tumbuh di tengah masyarakat Nias.

Namun, jenis permainan tradisional yang akan diperkenalkan belum dirinci dalam bahan yang diterima MIMBARBANGSA.COM. Rincian tersebut masih menjadi bagian dari persiapan panitia.

Edukasi Budaya bagi Siswa SMP

Selain kegiatan untuk anak TK, Museum Pusaka Nias juga merencanakan program peningkatan pemahaman budaya Nias bagi siswa tingkat SMP. Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan kekayaan budaya daerah secara lebih mendalam sesuai tingkat pemahaman pelajar.

Materi dan bentuk pelaksanaan kegiatan tersebut masih berada dalam tahap persiapan. Namun, arah program yang dibahas menempatkan pelajar sebagai bagian penting dari keberlanjutan pelestarian budaya Nias.

Museum belum mengumumkan materi pembelajaran, narasumber maupun metode kegiatan secara rinci. Hal yang telah ditegaskan dalam pembahasan adalah orientasi kegiatan pada peningkatan pemahaman budaya Nias dan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam gagasan kegiatan tersebut karena keberlanjutan warisan budaya tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga proses pewarisan pengetahuan, nilai, tradisi dan identitas budaya kepada generasi berikutnya.

Museum sebagai Ruang Edukasi

Melalui rangkaian HUT ke-31, Museum Pusaka Nias ingin mendorong agar museum semakin berperan sebagai ruang belajar yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran anak-anak dan pelajar dalam kegiatan budaya diharapkan membuka pengalaman langsung untuk mengenal warisan Nias di luar pembelajaran formal di sekolah.

Rencana kegiatan tersebut juga menegaskan komitmen museum untuk mendorong generasi muda mengenal, mencintai dan meneruskan warisan budaya Nias.

Pengenalan budaya kepada anak sejak dini menjadi salah satu pendekatan yang dipilih dalam kegiatan tahun ini. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi, ruang edukasi budaya dapat membantu mempertemukan generasi muda dengan pengetahuan lokal yang mungkin tidak selalu mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi siswa SMP, program pemahaman budaya juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih luas sejarah, tradisi, nilai sosial serta berbagai bentuk ekspresi budaya Nias. Dengan pendekatan yang sesuai, budaya dapat diperkenalkan bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai bagian dari identitas yang diwariskan antargenerasi.

Rangkaian tersebut menunjukkan peringatan ulang tahun diarahkan agar memiliki muatan edukatif. Panitia tidak hanya mempersiapkan perayaan, tetapi juga menghubungkan momentum HUT dengan upaya regenerasi pengetahuan budaya.

Panitia inti selanjutnya akan mematangkan berbagai kebutuhan pelaksanaan kegiatan, termasuk pembagian tugas dan rancangan teknis setiap agenda. Rincian mengenai jadwal, peserta, mekanisme kegiatan dan bentuk pelaksanaan belum dicantumkan dalam catatan lapangan yang diterima MIMBARBANGSA.COM.

Karena itu, informasi lanjutan mengenai pelaksanaan rangkaian HUT ke-31 masih menunggu pematangan dari pihak Museum Pusaka Nias dan panitia.

Dengan fokus pada anak-anak dan pelajar, peringatan HUT ke-31 diharapkan menjadi momentum yang tidak hanya menandai perjalanan Museum Pusaka Nias, tetapi juga memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya.

Semangat dalam persiapan kegiatan tersebut dirangkum melalui pesan, “Dari Museum untuk Generasi. Dari Budaya untuk Masa Depan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *