Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan bantuan pengamanan diberikan atas permintaan Polres Sumba Barat dengan mengedepankan pendekatan persuasif.
“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujar Amrizal dalam keterangannya.
Selain Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi, unsur Brimob dari Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya dilaporkan ikut memantau sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya massa.
Aparat gabungan juga mengawal pemulangan jenazah Marsel bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.
Polda NTT Buka Ruang Dialog
Polda NTT bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat membuka ruang dialog dan musyawarah dengan keluarga, tokoh adat, tokoh agama, serta unsur masyarakat.
“Kami bersama Pemda Sumba Barat membuka pintu seluas-luasnya untuk berdialog dan bermusyawarah. Kami sangat menghormati nilai-nilai adat lokal, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan,” kata Henry.
Polda NTT juga menerjunkan tim yang dipimpin Inspektur Pengawasan Daerah Polda NTT Kombes Andi Anugrah untuk melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian penembakan dan penyerangan tersebut.
Kepolisian menyatakan penanganan kasus akan dilakukan secara profesional dan transparan melalui pendekatan scientific crime investigation. Pemeriksaan mencakup peristiwa meninggalnya Jowa Tana, kerusakan fasilitas kepolisian, serta kematian warga ketika kericuhan berlangsung.
