Mapolres Sumba Barat Diserang Massa, TNI Dikerahkan dan Satu Warga Ditemukan Tewas

Mapolres Sumba Barat diserang massa dan mobil patroli dibakar. TNI dikerahkan, ada satu warga tewas, sementara Polda NTT membuka ruang dialog.

17 September 2026 | 04:56 WIB140 Views

Mapolres Sumba Barat Diserang Massa, TNI Dikerahkan dan Satu Warga Ditemukan Tewas

Daerah140 Views

Sumba Barat, MIMBARBANGSA.COM Mapolres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, diserang massa hingga sejumlah ruangan kerja dirusak dan satu mobil patroli dibakar pada Selasa, 15 September 2026. Personel TNI kemudian dikerahkan untuk memperkuat pengamanan dan membantu meredakan ketegangan.

Peristiwa tersebut bermula dari kematian Jowa Tana (39), warga Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Ia meninggal setelah ditembak polisi ketika hendak diamankan dalam penyelidikan kasus dugaan pencurian ternak dengan kekerasan.

Pihak kepolisian menyatakan Jowa melakukan perlawanan menggunakan parang dan berusaha melarikan diri ketika petugas mendatangi rumahnya sekitar pukul 09.40 WITA.

Polisi mengklaim telah melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Karena Jowa disebut tetap melarikan diri, petugas kemudian melepaskan tembakan untuk melumpuhkannya.

Menurut keterangan kepolisian, tembakan yang semula diarahkan ke bagian kaki mengenai bahu kanan Jowa ketika ia bergerak dan terjatuh. Jowa kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kristen Lende Moripa, tetapi dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.20 WITA.

Keterangan tersebut merupakan versi kepolisian. Proses pemeriksaan terhadap tindakan petugas dan rangkaian kejadian yang menyebabkan Jowa meninggal masih perlu dilakukan secara transparan untuk memastikan seluruh tindakan sesuai prosedur.

Jenazah Dibawa ke Mapolres Sumba Barat

Kematian Jowa memicu reaksi keluarga dan masyarakat. Pada Selasa sore, massa membawa jenazahnya menuju Mapolres Sumba Barat di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak.

Aksi tersebut awalnya dilakukan untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas kematian Jowa. Namun, situasi kemudian memanas dan berkembang menjadi penyerangan serta perusakan fasilitas kepolisian.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra mengatakan ruangan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Wakapolres, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, dan beberapa ruangan lain mengalami kerusakan.

Massa juga membakar satu mobil patroli milik kepolisian. Kaca yang pecah, batu, dan kayu berserakan di sekitar lokasi setelah kericuhan berlangsung.

Di tengah peristiwa tersebut, seorang warga berinisial MBP (20), yang dalam sejumlah laporan disebut bernama Marsel, ditemukan meninggal di sekitar lokasi penyerangan.

Polda NTT menyatakan penyebab kematian warga tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan kedokteran dan investigasi berbasis ilmiah. Karena itu, penyebab kematiannya belum dapat disimpulkan.

Henry menegaskan personel yang mengamankan Mapolres Sumba Barat tidak menggunakan peluru tajam. Menurut dia, petugas menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau massa.

Pernyataan itu masih menjadi bagian dari keterangan resmi kepolisian. Hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan terhadap bukti di lapangan dibutuhkan untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif.

TNI Dikerahkan Perkuat Pengamanan

Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 930/Toda Tebi dikerahkan setelah Kapolres Sumba Barat meminta bantuan pengamanan kepada Dandim 1613/Sumba Barat.

Puluhan personel TNI ditempatkan di sekitar Mapolres Sumba Barat. Selain memperkuat penjagaan, mereka melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar konflik.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan bantuan pengamanan diberikan atas permintaan Polres Sumba Barat dengan mengedepankan pendekatan persuasif.

“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujar Amrizal dalam keterangannya.

Selain Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi, unsur Brimob dari Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya dilaporkan ikut memantau sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik berkumpulnya massa.

Aparat gabungan juga mengawal pemulangan jenazah Marsel bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.

Polda NTT Buka Ruang Dialog

Polda NTT bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat membuka ruang dialog dan musyawarah dengan keluarga, tokoh adat, tokoh agama, serta unsur masyarakat.

“Kami bersama Pemda Sumba Barat membuka pintu seluas-luasnya untuk berdialog dan bermusyawarah. Kami sangat menghormati nilai-nilai adat lokal, namun proses hukum tetap berjalan sesuai aturan,” kata Henry.

Polda NTT juga menerjunkan tim yang dipimpin Inspektur Pengawasan Daerah Polda NTT Kombes Andi Anugrah untuk melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian penembakan dan penyerangan tersebut.

Kepolisian menyatakan penanganan kasus akan dilakukan secara profesional dan transparan melalui pendekatan scientific crime investigation. Pemeriksaan mencakup peristiwa meninggalnya Jowa Tana, kerusakan fasilitas kepolisian, serta kematian warga ketika kericuhan berlangsung.

Situasi keamanan di Sumba Barat dilaporkan berangsur kondusif, meskipun personel gabungan masih bersiaga. Pemulihan pelayanan publik di Mapolres juga dilakukan setelah sejumlah ruangan mengalami kerusakan.

Keterbukaan hasil pemeriksaan medis, pemeriksaan senjata dan amunisi, rekaman kejadian, serta keterangan para saksi akan menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat dan mencegah munculnya informasi yang belum terverifikasi.

Seluruh pihak diharapkan menahan diri dan memberikan ruang bagi pemeriksaan yang independen, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan keluarga korban juga perlu menjaga jalur komunikasi agar ketegangan tidak kembali meluas.