Gunungsitoli, MIMBARBANGSA.COM —
Seorang pria yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Sungai Nou, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (18/5/2026) pagi. Penemuan tersebut sontak mengejutkan warga sekitar dan langsung mendapat penanganan dari pihak kepolisian.
Pria yang dalam kesehariannya dikenal warga dengan nama panggilan Qadar itu ditemukan dalam kondisi terbaring dan sudah tidak bernyawa di bawah jembatan. Keberadaan korban di sekitar kawasan tersebut diketahui bukan merupakan hal baru bagi masyarakat setempat. Warga mengaku kerap melihat korban berada di sekitar jembatan.
Informasi mengenai penemuan tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 07.30 WIB. Saat melihat seorang pria tergeletak di bawah jembatan dalam kondisi tidak bergerak, warga tidak langsung mendekati korban. Mereka kemudian berupaya menghubungi pihak lingkungan setempat untuk memastikan kondisi dan meminta bantuan.
Kepala Lingkungan I Kelurahan Pasar, Zulkifli Koto, kemudian mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari warga. Sesampainya di tempat kejadian, ia memastikan pria tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, Zulkifli kemudian menghubungi layanan Call Centre Polri 110. Laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
Tidak lama berselang, personel Polres Nias tiba di lokasi penemuan. Petugas kemudian melakukan pengamanan terhadap area sekitar sebelum mengevakuasi jenazah korban.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Thomsen Gunungsitoli untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses untuk mengetahui kondisi korban sekaligus membantu kepolisian memastikan penyebab kematian.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar, Dedi Zebua, mengatakan lokasi penemuan mayat telah diamankan oleh pihak kepolisian. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses identifikasi dan pemeriksaan awal.
“Lokasi penemuan mayat telah diamankan untuk mempercepat identifikasi dari pihak kepolisian,” ujar Dedi.
Pengamanan lokasi juga dilakukan untuk menjaga agar area sekitar tetap steril selama proses awal penyelidikan. Warga yang berada di sekitar lokasi diminta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses pemeriksaan maupun memindahkan benda-benda yang mungkin berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sementara itu, Lurah Pasar Gunungsitoli, Citra Mendrofa, menyampaikan bahwa korban diduga merupakan ODGJ yang selama ini kerap terlihat berkeliaran di sekitar kawasan jembatan.
Menurut informasi yang dihimpun dari lingkungan setempat, keberadaan korban di sekitar Jembatan Sungai Nou sudah diketahui oleh sebagian warga. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa pria tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kematian korban tersebut pun menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat. Selain mempertanyakan penyebab kematian, peristiwa ini juga kembali mengingatkan pentingnya perhatian dan penanganan terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa, khususnya mereka yang hidup dan beraktivitas di ruang publik tanpa pendampingan yang memadai.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian Qadar masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat masih melakukan pengumpulan informasi dari sejumlah saksi serta pemeriksaan terhadap jenazah di RSUD Thomsen Gunungsitoli.
Polisi perlu memastikan terlebih dahulu kondisi dan fakta-fakta di lapangan sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian. Apakah korban meninggal akibat kondisi kesehatan, kecelakaan, atau faktor lain masih menjadi bagian dari pendalaman yang dilakukan aparat.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Setiap perkembangan terkait penyebab kematian diharapkan menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat mengenai pentingnya sistem penanganan ODGJ di wilayah Kota Gunungsitoli. Penanganan yang tepat tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut keselamatan, perlindungan, dan pemenuhan hak warga yang mengalami gangguan jiwa.
Keberadaan ODGJ yang hidup tanpa pendampingan di ruang publik juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, baik bagi yang bersangkutan maupun lingkungan sekitar. Karena itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga, aparat kelurahan, kepolisian, dan masyarakat agar penanganannya dapat dilakukan secara aman, terarah, dan manusiawi.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap ODGJ. Sebaliknya, apabila menemukan orang dengan kondisi yang membutuhkan pertolongan, warga dapat segera melaporkannya kepada aparat lingkungan atau instansi terkait sehingga dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
Kasus ditemukannya Qadar dalam kondisi meninggal dunia di bawah Jembatan Sungai Nou menjadi pengingat bahwa persoalan sosial dan kesehatan jiwa membutuhkan perhatian bersama. Di sisi lain, proses penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian korban sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Dengan adanya pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, masyarakat kini menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Kepastian mengenai penyebab kematian menjadi hal penting agar kasus ini dapat diketahui secara terang dan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Redaksi Mimbar Bangsa mengapresiasi langkah cepat warga dan aparat kepolisian dalam menanggapi peristiwa ini. Diharapkan semua pihak tetap menjaga keamanan, dan memberi perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat yang rentan agar tragedi serupa dapat diminimalisir.










