Kedua kapal menyisir wilayah yang membentang dari perairan sebelah barat Pulau Belimbing menuju bagian selatan Pulau Enggano.
Sektor A seluas 1.156 mil laut persegi berada di perairan barat Sumatera dan disisir KN SAR 213 Bengkulu. Sementara Sektor B seluas 494 mil laut persegi mencakup kawasan sekitar Pulau Enggano.
Tim lain dikerahkan ke Sektor D yang meliputi perairan barat laut Pulau Panaitan hingga pintu masuk Samudra Hindia.
Penyisiran juga dilakukan di perairan Lampung, Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, wilayah selatan Anak Krakatau, Pulau Panaitan, serta sepanjang pesisir Banten.
Untuk kawasan Banten, operasi mencakup perairan dan pesisir Anyer, Carita, Sumur, hingga Merak. Penyisiran darat tetap dilakukan dari Carita sampai Pantai Anyer guna mengantisipasi kemungkinan objek pencarian terbawa arus menuju pantai.
Basarnas juga mengirimkan informasi elektronik atau e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Sunda. Koordinasi dilakukan bersama Vessel Traffic Service dan para pemangku kepentingan agar setiap temuan mencurigakan segera dilaporkan.
Cuaca dan Aktivitas Anak Krakatau Dipantau
Pelaksanaan operasi SAR sangat bergantung pada kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi cuaca yang diterima tim, wilayah pencarian diperkirakan berawan dengan kecepatan angin sekitar 10 sampai 20 knot.
Ketinggian gelombang diperkirakan berkisar 0,5 hingga 3,5 meter. Perubahan cuaca dan gelombang menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan untuk menjaga keselamatan personel selama operasi.








