JAKARTA, MIMBARBANGSA.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Agustus 2026. Dalam pemaparannya, APBN tercatat mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun, sementara pendapatan negara telah mencapai Rp2.055,6 triliun.
Defisit tersebut setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski berada dalam posisi defisit, pemerintah mencatat keseimbangan primer masih surplus sebesar Rp154 triliun.
Suahasil menyampaikan perkembangan APBN tersebut dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Menurut Suahasil, perjalanan APBN hingga akhir Agustus 2026 masih relatif sesuai dengan jalur yang direncanakan pemerintah.
Pernyataan tersebut didasarkan pada perkembangan penerimaan negara, realisasi belanja, posisi defisit, keseimbangan primer, serta pembiayaan APBN selama delapan bulan pertama 2026.
Pendapatan Negara Tembus Rp2.055,6 Triliun
Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp2.055,6 triliun.
Realisasi tersebut setara sekitar 65,2 persen dari target pendapatan negara dalam APBN 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan negara tercatat tumbuh sekitar 25,4 persen.
Dari total pendapatan tersebut, penerimaan perpajakan mencapai Rp1.619,3 triliun.
Penerimaan perpajakan terdiri antara lain atas penerimaan pajak sebesar Rp1.409 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp210,2 triliun.
