Penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2026 tercatat tumbuh sekitar 24,1 persen secara tahunan.
Realisasi Rp1.409 triliun tersebut mencapai sekitar 59,8 persen dari target penerimaan pajak APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun.
Sementara penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat tumbuh sekitar 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain penerimaan perpajakan, Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP juga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara.
Realisasi PNBP hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp435,1 triliun. Kementerian Keuangan mencatat angka tersebut meningkat sekitar 41,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Belanja Negara Capai Rp2.295,7 Triliun
Di sisi pengeluaran, Suahasil memaparkan realisasi belanja negara hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp2.295,7 triliun.
Angka tersebut setara sekitar 59,7 persen dari pagu belanja dalam APBN 2026 dan tumbuh sekitar 17,1 persen secara tahunan.
Belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp1.791,5 triliun atau sekitar 56,9 persen dari pagu Rp3.149,7 triliun.
Realisasi belanja pemerintah pusat tersebut meningkat sekitar 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp912,4 triliun serta belanja non-kementerian dan lembaga sebesar Rp879,1 triliun.
Belanja kementerian dan lembaga tercatat tumbuh sekitar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.









