“Caranya dengan membangun bisnis dan menggali nilai tambah,” kata Armand dalam acara tersebut.
Energi dalam konteks ini dapat dipahami sebagai kombinasi kerja, kemampuan, pengetahuan, dan pengelolaan yang membuat suatu kegiatan ekonomi berkembang. Armand juga menekankan pentingnya pengetahuan dalam proses membangun kekayaan.
Bagi individu, prinsip tersebut tidak harus diterjemahkan sebagai kewajiban membangun perusahaan besar. Nilai tambah dapat tercipta melalui peningkatan keterampilan, produktivitas, pengembangan usaha, inovasi, maupun kemampuan mengelola sumber daya secara lebih efisien.
Dengan demikian, membangun kekayaan bukan sekadar mengejar pemasukan sebesar-besarnya. Ada proses menciptakan sesuatu yang mempunyai nilai dan dapat terus dikembangkan.
Energi tanpa arah bahkan dapat menghasilkan banyak aktivitas tetapi sedikit nilai tambah. Karena itu, pengetahuan, perencanaan, dan kemampuan mengelola sumber daya menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Waktu: Kekayaan Memerlukan Proses Panjang
Dimensi kedua adalah waktu. Armand memandang kekayaan sebagai sesuatu yang dibangun melalui proses panjang, termasuk kemampuan melewati perubahan, kegagalan, serta pergantian model bisnis.
Dalam penjelasannya, ia menyinggung perjalanan bisnis yang dapat berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bisnis dapat mengalami pasang surut, tetapi nilai yang telah dibangun masih dapat dipertahankan apabila dikelola secara tepat dalam jangka panjang.
Pandangan tersebut menekankan pentingnya kesinambungan. Aset, usaha, dan kemampuan finansial tidak hanya perlu dibentuk, tetapi juga dijaga, dievaluasi, serta disesuaikan dengan perubahan keadaan.
