Tips Membangun Kekayaan Menurut Bos BCA

Kenali Tips Membangun Kekayaan Menurut Bos BCA dan informasi pentingnya. Jakarta, MimbarBangsa.co.id – Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk.

11 September 2022 | 11:19 WIB41,750 Views

Tips Membangun Kekayaan Menurut Bos BCA

Ekonomi41,750 Views

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa setiap investor mempunyai toleransi terhadap risiko yang berbeda. Tidak ada satu instrumen investasi yang cocok bagi semua orang.

Karena itu, sebelum berinvestasi, masyarakat perlu memahami antara lain karakteristik produk, manfaat, biaya, risiko, serta kesesuaiannya dengan tujuan dan kemampuan finansial.

Prinsip tersebut penting agar pembahasan mengenai pembangunan kekayaan tidak berhenti pada upaya mengejar keuntungan atau imbal hasil. Pengelolaan keuangan juga membutuhkan kemampuan memahami risiko, menjaga kondisi keuangan, serta mengambil keputusan secara rasional.

Profil Armand Hartono

Hingga 2026, BCA masih mencatat Armand Wahyudi Hartono sebagai Wakil Presiden Direktur. Profil resmi perseroan menyebut Armand telah menjadi Direktur BCA sejak 2009 setelah sebelumnya menjabat Kepala Perencanaan dan Pembinaan Wilayah BCA pada 2004–2009.

Sebelum bergabung dengan BCA, ia pernah menduduki sejumlah posisi eksekutif di PT Djarum pada periode 1998–2004. Armand juga pernah menjadi analis pada Global Credit Research and Investment Banking JP Morgan Singapura pada 1997–1998.

Riwayat pendidikan resmi BCA mencatat Armand sebagai lulusan University of California, San Diego pada 1996. Ia kemudian meraih gelar Master of Science di bidang Engineering Economic System and Operation Research dari Stanford University, Amerika Serikat, pada 1997.

Bagi pembaca, pesan utama dari kerangka energi, waktu, dan ruang adalah bahwa membangun kekayaan merupakan proses yang melibatkan penciptaan nilai, ketekunan jangka panjang, dan lingkungan yang mendukung.

Hasil akhirnya tetap bergantung pada keputusan, kemampuan, risiko, serta situasi finansial masing-masing orang. Karena itu, prinsip membangun kekayaan sebaiknya berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan pengelolaan risiko.