Apa Itu Penyakit Malaria? Dari Gejala hingga Pencegahannya

Baca selengkapnya tentang Apa Itu Penyakit Malaria? Dari Gejala hingga Pencegahannya. Jakarta, MimbarBangsa.co.id — Simak mengenai penyakit malaria, dari…

19 August 2022 | 17:22 WIB1,782 Views

Apa Itu Penyakit Malaria? Dari Gejala hingga Pencegahannya

Hukum1,782 Views

– Plasmodium Falciparum

Parasit ini dikatakan paling berbahaya karena dapat mrnimbulkan berbagai komplikasi, kejang, hingga koma.

Diketahui, gejalanya mulai muncul dalam kurun waktu 10 hingga 15 hari setelah tergigit nyamuk tersebut, berikut gejalanya:

-Demam.
-Menggigil.
-Sakit kepala.
-Berkeringat banyak.
-Lemas.
-Pegal linu.
-Gejala anemia atau kurang darah.
-Mual atau muntah.

Diagnosa Malaria

Penanganan dimulai melalui pemeriksaan fisik dan Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk mengetahui keberadaan dan jenis parasit apa yang ada di tubuh sehingga menyebabkan malaria.

Hasil dari RDT sangat penting karena untuk menentukan jenis pengobatan anti malaria yang akan diberikan, ada juga pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan darah yang terdiri dari dua jenis, pemeriksaan tetes tipis hapusan darah dan tetes tebal hapusan darah.

Pengobatan Malaria

Pengobatan malaria dilakukan sesuai dengan jenis penyakitnya, disebabkan oleh Plasmodium vivax yang tergolong ringan, penderita akan diberikan obat rawat jalan berupa obat chloroquine, ada juga yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum dengan derajat gejala sedang, penderita akan dirawat di ruang non ICU rumah sakit.

Pencegahan Malaria

Malaria disebabkan oleh gigitaan nyamuk, oleh karea itu pencegahannya dengan merubah pola perilaku manusia agar nyamuk tidak muncul.

Berikut dikutip dari rssoewandhi.surabaya.go.id:

1. Gunakan kelambu ketika tidur.
2. Memakai pakaian serba panjang seperti celana dan lengan panjang selama beraktivitas.
3. Hindari meletakkan pakaian basah di dalam rumah karena dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk.
4. Lakukan langkah 3M (Menguras penampungan air, Mengubur barang bekas, dan mendaur ulang barang bekas).
5. Gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung DEET (diethyltoluamide).
6. Pasang obat nyamuk dan rutin menyemprot obat nyamuk terutama di pagi dan sore hari.
7. Rutin melakukan fogging massal di daerah dengan tingkat malaria yang tinggi minimal sebulan sekali.