Kendati baru enam unit yang diakuisisi, Prabowo memastikan 36 jet Rafale sisanya akan dibeli Indonesia dalam waktu dekat.
“Akan disusul dalam waktu dekat dengan kontrak untuk 36 pesawat lagi dengan dukungan latihan persenjataan dan simulator-simulator yang dibutuhkan,” ungkap Prabowo.
Sedangkan rencana pembelian kapal selam dua kapal selam Scorpene, diawali dengan kesepakatan penelitian dan pengembangan (research and development) yang melibatkan BUMN PT PAL dan Naval Group.
“Research and development tentang kapal selam antara PT PAL dengan Naval Group dari Perancis yang tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam Scorpene,” kata Prabowo.
Selain memborong jet tempur dan kapal selam, Indonesia juga meneken kerjasama pembuatan Munisi Kaliber Sedang (MKS) dan Munisi Kaliber Besar (MKB) yang diperlukan tank Indonesia.
Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose beserta Nexter Sales Director Asia Pacific, Amaury de Poncins mewakili CEO Nexter Munitions & CEO Mecar menandatangani Nota Kesepahaman kerjasama produk MKS dan MKB yang akan dilaksanakan meliputi munisi kal. 120 mm Main Battle Tank (MBT) , munisi kal. 105 mm medium tank Harimau, munisi kal. 20 mm Vector GI-2, munisi kal. 30 mm Rafale Gun dan munisi kal. 30 mm 6 & 7 barrel.
TNI AL Beli Rudal Siluman dan Diuji di Natuna
TNI Angkatan Laut bakal mempersenjatai kapal siluman satu-satunya milik Indonesia, KRI Golok 688 dengan rudal siluman Naval Strike Missile (NSM) yang sudah dipakai Angkatan Laut Amerika.









