Rencana pembelian rudal pembunuh kapal perang permukaan buatan Kongsberg Defence & Aerospace ( Swedia ) terungkap dalam rapat paparan mengenai NSM, upgrade KRI Golok-688 dan pengadaan fast missile boat di Wisma Elang Laut (WEL) di Jakarta, Rabu (9/2/2022).
Rapat ini dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono bersama pimpinan PT Lundin Industries Invest, Kongsberg Deffence & Aerospace AS dan PT Datareka Integrasia.
Melansir the drive, satu unit Naval Strike Missile dibanderol 2.194.000 dolar AS setara Rp 31.478.634.400,00 ( Rp 31,4 miliar ) .
“TNI AL berencana akan memperkuat armada tempurnya dengan rudal (peluru kendali) naval strike missile yang sangat cocok untuk kapal-kapal perang milik TNI AL karena memiliki daya tembak sejauh 250 kilometer,” demikian keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Rabu.
KRI Golok-688 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang akan memperkuat Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I yang berada di Tanjung Uban, Bintan, Kepri.
KRI Golok-688 merupakan kapal asli buatan Indonesia yang diproduksi PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jawa Timur, dan diresmikan KSAL Laksamana Yudo, Sabtu, 21 Agustus 2021.
Kapal ini diklaim sebagai kapal siluman karena menggunakan bahan komposit serat karbon yang membuatnya sulit dideteksi radar musuh atau siluman.
Meluncur tak terlihat
Naval strike missile dianggap sangat cocok untuk TNI AL karena bisa meluncur sejauh 250 kilometer menuju obyek yang ditargetkan.









