Pasca Pandemi, Pemulihan Pariwisata di Asia Tidak Merata

Kenali Pasca Pandemi, Pemulihan Pariwisata di Asia Tidak Merata dan informasi pentingnya. Jakarta, MimbarBangsa.co.id — Wisata di Asia memang telah menerima…

Walas MBG
27 August 2022 | 14:03 WIB12,929 Views

Pasca Pandemi, Pemulihan Pariwisata di Asia Tidak Merata

Hukum12,929Views

Namun sepertinya masuk akal bahwa aturan pandemi Asia bisa merusak mood liburan. Bhutan ditutup untuk pengunjung hingga September. Singapura masih mewajibkan orang untuk memakai masker di dalam ruangan.

Vietnam juga membutuhkan masker di tempat-tempat umum. Sedangkan Hong Kong mewajibkan karantina di hotel selama tiga hari yang didanai sendiri diperlukan untuk semua kedatangan, diikuti oleh beberapa hari pengawasan medis di rumah. Yang terakhir melibatkan pemeriksaan suhu dua kali sehari, meng-upload hasil tes RAT harian ke situs web pemerintah, dan mengambil tiga tes PCR dalam periode lima hari.

Hal yang paling berpengaruh adalah ketiadaan pelancong China. Tiga belas negara Asia mengandalkan China sebagai sumber pengunjung utama mereka dan mereka adalah sumber terbesar kedua untuk enam ekonomi lainnya, menurut Indeks Siap Perjalanan dari Economist Intelligence Unit untuk tahun 2022.

Namun pemerintah China khawatir warganya dapat kembali ke rumah dengan virus dan membatasi perjalanan ke luar negeri yang tidak perlu sebagai bagian dari tindakan pandemi yang kejam. Terdamparnya ribuan pelancong domestik baru-baru ini di pulau resor China Hainan, setelah wabah COVID di sana, juga akan membuat banyak traveler berpikir ulang untuk mengambil risiko bepergian di dalam China sendiri.

Nasib agak baik dialami oleh Maldives yang sebagian besar menerima turis India. Mereka termasuk yang mengalami kebangkitan yang cepat.

Steven Schipani, spesialis industri pariwisata utama di Asian Development Bank mengatakan bahwa kedatangan turis internasional Maldive sekarang mendekati tingkat pra-pandemi. Hal ini didukung kampanye vaksinasi yang cepat, konektivitas udara yang baik dengan pasar sumber yang besar, dan persyaratan masuk yang tidak mempersulit.

Hal yang sama juga dialami Fiji, dimana angka kedatangannya di bulan Juli telah 73% dari sebelum pandemi. Begitu juga dengan kedatangan turis ke Bali, Indonesia yang juga menjunglang tinggi.

Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *