Diharapkan adanya dukungan dan pemahaman dari masyarakat untuk dapat dilakukan perbaikan pada teras rumah yang mengganggu bahu jalan untuk dapat digunakan pada pembangunan trotoar.
Sedangkan pembangunan drainase belum dapat dimaksimalkan untuk terkoneksi dari awal hingga akhir penanganan trotoar. Penanganan drainase baru dilakukan pada lokasi yang terdapat genangan dan penyumbatan air akibat elevasi lantai parit yang tidak dapat menyalurkan air.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Nias Barat Yusuf Nache, ST., M.M dalam laporannya pada saat peletakan batu pertama menginformasikan bahwa pekerjaan pembangunan drainase, trotoar dan lampu jalan di Ibu Kota Kabupaten Nias Barat direncanakan sepanjang 3 kilometer dan dikerjakan oleh CV. Kurnia Utama dengan pagu dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Nias Barat TA. 2022 sebesar Rp. 13.418.660.000 Milliar dan pelaksanaan kegiatan diperkirakan selesai dalam kurun waktu selama 7 bulan sampai awal bulan Desember 2022.
Pantauan wartawan MIMBARBANGSA.COM dilapangan, proyek pembangunan drainase, trotoar dan penerangan jalan sudah memasuki progres pengerjaan kurang kebih 50 persen dan dipastikan di Bulan Desember mendatang proyek ini akan rampung. @ARL
