Inggris-AS Uji Torpedo dari Drone Bawah Laut XV Excalibur dalam Program AUKUS

Inggris dan Amerika Serikat menguji peluncuran torpedo kelas berat dari kendaraan bawah air nirawak XV Excalibur di perairan Inggris dalam program AUKUS.

22 September 2026 | 06:51 WIB•142 Views

Inggris-AS Uji Torpedo dari Drone Bawah Laut XV Excalibur dalam Program AUKUS

Internasional142 Views

Teknologi yang dikembangkan dapat mendukung pengawasan laut, perlindungan infrastruktur bawah air, operasi militer, hingga kemampuan ofensif. Program itu juga menargetkan agar muatan dan teknologi yang dikembangkan masing-masing negara semakin dapat digunakan secara interoperabel.

Program ini sekaligus memperlihatkan pembagian kontribusi teknologi di antara mitra AUKUS. Berdasarkan laporan mengenai uji terbaru, torpedo dikembangkan bersama Amerika Serikat dan Australia, sementara Excalibur merupakan platform buatan Inggris.

Royal Navy pada Februari 2026 juga menyatakan rangkaian Maritime Big Play tahun ini akan mencakup skenario latihan langsung yang dibuat mendekati kondisi operasi nyata. Fokus pengembangannya antara lain peperangan antikapal selam, serangan maritim, serta peperangan dasar laut dengan dukungan teknologi nirawak dan otonom.

Belum Berarti Menggantikan Kapal Selam Berawak

Meski uji peluncuran torpedo menunjukkan peningkatan kemampuan, keberhasilan satu pengujian tidak berarti kendaraan bawah air nirawak telah menggantikan kapal selam berawak.

Excalibur sejak awal dikembangkan sebagai platform eksperimental. Royal Navy menjelaskan pengujian kendaraan itu bertujuan memahami tantangan teknis serta konsep pengoperasian sistem berawak dan nirawak secara bersamaan.

Uji di perairan Inggris juga berlangsung ketika penggunaan sistem otonom semakin menjadi perhatian dalam operasi laut. Kendaraan tanpa awak dapat digunakan untuk sejumlah misi dengan mengurangi kebutuhan menempatkan personel secara langsung pada platform yang memasuki lingkungan berisiko tinggi.

Dalam dokumen AUKUS Pillar II, kendaraan bawah air tanpa awak antara lain diarahkan untuk mendukung pengawasan wilayah laut, perlindungan infrastruktur bawah laut, dan operasi angkatan laut.