Penyebab Tidak Selalu Dapat Diketahui
Penyebab pasti abortus imminens tidak selalu dapat ditemukan. Sejumlah kasus berkaitan dengan perdarahan subkorionik, yakni perdarahan antara selaput kehamilan dan jaringan rahim. Perdarahan dari leher rahim, infeksi atau peradangan, serta kondisi lain di sekitar organ reproduksi juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Kelainan kromosom pada embrio merupakan salah satu penyebab penting keguguran awal secara umum. Namun, munculnya perdarahan pada kehamilan tidak secara otomatis berarti terdapat kelainan kromosom atau bahwa keguguran pasti akan terjadi.
Hal inilah yang membuat pemeriksaan dokter penting. Menentukan penyebab hanya dari warna darah, jumlah bercak, atau rasa nyeri tanpa pemeriksaan langsung dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru.
Pemeriksaan USG Memegang Peran Penting
Evaluasi abortus imminens dapat mencakup pemeriksaan riwayat kehamilan, kondisi umum ibu, pemeriksaan panggul, tes darah, serta ultrasonografi atau USG. Pemeriksaan tersebut membantu dokter memastikan apakah kehamilan berada di dalam rahim dan apakah embrio atau janin masih menunjukkan tanda kehidupan.
USG transvaginal sering digunakan dalam evaluasi kehamilan trimester pertama karena dapat memberikan gambaran yang lebih jelas pada usia kehamilan dini. Pemeriksaan kadar hormon beta-human chorionic gonadotropin atau beta-hCG juga dapat diperlukan, terutama ketika hasil pemeriksaan awal belum dapat memastikan perkembangan kehamilan.
Pada usia kehamilan yang masih sangat dini, aktivitas jantung embrio mungkin belum terlihat. Karena itu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan USG atau beta-hCG ulang sebelum mengambil kesimpulan tentang keberlangsungan kehamilan.








