Pengobatan Tidak Cukup dengan Obat Tenggorokan Biasa
Penanganan abses peritonsil berfokus pada menjaga jalan napas, mengatasi dehidrasi dan nyeri, memberikan antibiotik, serta mengeluarkan kumpulan nanah apabila diperlukan.
Drainase dapat dilakukan melalui aspirasi menggunakan jarum maupun dengan membuat sayatan kecil agar nanah dapat keluar. Pemilihan prosedur disesuaikan dengan kondisi pasien dan penilaian dokter.
Sebagian pasien dapat ditangani sebagai pasien rawat jalan setelah kondisinya stabil dan mampu minum serta mengonsumsi obat. Namun, pasien dengan dehidrasi, gangguan pernapasan, infeksi berat, atau kondisi lain yang membutuhkan pemantauan dapat memerlukan perawatan di rumah sakit.
Antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, sedangkan obat pereda nyeri dan cairan dapat diberikan sesuai kebutuhan. Jenis antibiotik tidak sebaiknya dipilih atau digunakan sendiri karena terapi perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan pola bakteri yang diduga menjadi penyebab.
Tonsilektomi Bisa Dipertimbangkan pada Kondisi Tertentu
Pengangkatan amandel atau tonsilektomi tidak otomatis dilakukan pada setiap kasus abses peritonsil.
Tindakan tersebut dapat dipertimbangkan pada pasien tertentu, terutama bila abses berulang, terdapat riwayat tonsilitis berulang, atau terdapat indikasi lain untuk menjalani operasi amandel.
Evaluasi oleh dokter spesialis THT diperlukan untuk menentukan apakah prosedur tersebut dibutuhkan.
Jangan Abaikan Risiko Komplikasi
Abses peritonsil harus mendapatkan penanganan karena infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam di leher. Dalam kasus berat, pembengkakan juga dapat mengganggu jalan napas.







