JAKARTA, MIMBARBANGSA.COM — Merasa waspada ketika berdiri di tempat yang sangat tinggi merupakan respons yang dapat terjadi secara normal. Namun, rasa takut yang sangat kuat, menetap, dan muncul meskipun situasinya relatif aman dapat mengarah pada acrophobia atau fobia terhadap ketinggian.
Acrophobia termasuk dalam kelompok specific phobia atau fobia spesifik. Fobia ditandai ketakutan intens terhadap objek atau situasi tertentu yang tidak sebanding dengan bahaya sebenarnya.
Pada orang dengan acrophobia, kecemasan dapat muncul ketika berada di gedung tinggi, jembatan, tangga, eskalator atau lokasi lain yang berada jauh dari permukaan tanah. Bahkan, membayangkan berada di tempat tinggi dapat memicu ketakutan pada sebagian penderita.
Berbeda dengan Rasa Takut yang Wajar
Takut jatuh ketika berada di tepi jurang atau lokasi tinggi tanpa pengaman merupakan respons yang masuk akal. Rasa takut tersebut dapat membantu seseorang meningkatkan kewaspadaan.
Pada acrophobia, tingkat ketakutan jauh lebih besar dibandingkan risiko sebenarnya. Seseorang bisa merasa sangat takut meskipun berada di tempat yang secara objektif aman, seperti lantai atas sebuah gedung dengan perlindungan memadai atau tangga yang kokoh.
Ketakutan itu juga dapat membuat seseorang terus menghindari aktivitas tertentu. Dalam jangka panjang, perilaku menghindar dapat membatasi pekerjaan, perjalanan, aktivitas rekreasi hingga kehidupan sosial.
Gejalanya Tidak Hanya Rasa Takut
Gejala acrophobia dapat muncul ketika seseorang berada di ketinggian, melihat tempat tinggi, atau bahkan memikirkannya.
