Aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. WHO menyatakan aktivitas fisik secara teratur memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental serta berperan dalam pencegahan dan pengelolaan sejumlah penyakit tidak menular.
Untuk orang dewasa, pedoman WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang dalam sepekan, atau 75 menit aktivitas intensitas berat, maupun kombinasi yang setara. Aktivitas tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran. Jalan kaki, bersepeda, pekerjaan rumah tangga, dan kegiatan aktif lainnya juga termasuk bentuk aktivitas fisik.
Bagi orang yang sebelumnya jarang bergerak, peningkatan aktivitas sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.
Orang dengan kondisi medis tertentu, termasuk gangguan jantung atau keterbatasan fisik, perlu menyesuaikan jenis dan intensitas aktivitas dengan kondisi masing-masing dan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Terapkan Prinsip CERDIK
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengampanyekan perilaku CERDIK sebagai salah satu pendekatan pencegahan penyakit tidak menular.
CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga atau beraktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres dengan baik.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak bergantung pada satu kebiasaan saja. Makan lebih baik tetapi tetap merokok, misalnya, masih menyisakan faktor risiko yang dapat merugikan kesehatan.
Begitu pula dengan rutin berolahraga tetapi terus mengabaikan waktu istirahat dan pengelolaan stres.
