JAKARTA, MIMBARBANGSA.COM — Menjaga kesehatan tidak perlu menunggu tubuh mengalami gangguan. Kebiasaan yang dibentuk sejak sekarang justru dapat menjadi bagian penting dalam mempertahankan kebugaran, produktivitas, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Gaya hidup sehari-hari ikut memengaruhi risiko berbagai masalah kesehatan. Pola makan yang tidak seimbang, kurang bergerak, paparan asap rokok, waktu istirahat yang tidak memadai, serta kebiasaan mengabaikan pemeriksaan kesehatan dapat menambah faktor risiko penyakit tidak menular.
Alodokter dalam artikel berjudul Merdeka dari Penyakit: Kenali Pentingnya Menjaga Kesehatan dari Sekarang menekankan pentingnya membangun kebiasaan sehat secara konsisten. Pesan utamanya bukan sekadar menghindari sakit, tetapi menjaga tubuh agar tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Pola Makan Menjadi Fondasi Penting
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menempatkan pola makan sebagai salah satu unsur penting kesehatan. WHO menyebut pola makan sehat membantu melindungi seseorang dari malnutrisi dan berbagai penyakit tidak menular, termasuk diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Prinsip pola makan sehat tidak harus diwujudkan dengan menu yang mahal atau rumit. WHO menekankan kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman.
Dalam praktik sehari-hari, hal tersebut dapat diterapkan dengan mengonsumsi beragam sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh serta sumber protein yang sesuai kebutuhan, sambil membatasi makanan tinggi garam, gula bebas, lemak jenuh, dan lemak trans.
Tubuh Perlu Tetap Aktif
Aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. WHO menyatakan aktivitas fisik secara teratur memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental serta berperan dalam pencegahan dan pengelolaan sejumlah penyakit tidak menular.
Untuk orang dewasa, pedoman WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang dalam sepekan, atau 75 menit aktivitas intensitas berat, maupun kombinasi yang setara. Aktivitas tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran. Jalan kaki, bersepeda, pekerjaan rumah tangga, dan kegiatan aktif lainnya juga termasuk bentuk aktivitas fisik.
Bagi orang yang sebelumnya jarang bergerak, peningkatan aktivitas sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.
Orang dengan kondisi medis tertentu, termasuk gangguan jantung atau keterbatasan fisik, perlu menyesuaikan jenis dan intensitas aktivitas dengan kondisi masing-masing dan dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Terapkan Prinsip CERDIK
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengampanyekan perilaku CERDIK sebagai salah satu pendekatan pencegahan penyakit tidak menular.
CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga atau beraktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres dengan baik.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan tidak bergantung pada satu kebiasaan saja. Makan lebih baik tetapi tetap merokok, misalnya, masih menyisakan faktor risiko yang dapat merugikan kesehatan.
Begitu pula dengan rutin berolahraga tetapi terus mengabaikan waktu istirahat dan pengelolaan stres.
Pemeriksaan Kesehatan Jangan Diabaikan
Pemeriksaan kesehatan berkala juga penting sebagai bagian dari upaya mendeteksi faktor risiko atau masalah kesehatan lebih awal. Kementerian Kesehatan memasukkan pemeriksaan kesehatan rutin dalam GERMAS maupun perilaku CERDIK.
Jenis dan frekuensi pemeriksaan tidak selalu sama untuk setiap orang karena dapat dipengaruhi usia, riwayat keluarga, kondisi kesehatan serta faktor risiko lainnya.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan rekomendasi tenaga kesehatan, bukan dilakukan berdasarkan asumsi semata.
Menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian dari pola hidup sehat. Stres memang tidak selalu dapat dihindari, tetapi dapat dikelola melalui istirahat yang cukup, kegiatan positif, aktivitas fisik, hubungan sosial yang sehat, atau mendapatkan bantuan profesional ketika tekanan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jauhi Rokok dan Asapnya
Kebiasaan menghindari rokok juga memiliki peran penting. WHO memasukkan penggunaan tembakau sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular, bersama pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, penggunaan alkohol yang berbahaya, dan polusi udara.
Karena itu, menghindari kebiasaan merokok dan mengurangi paparan asap rokok merupakan bagian relevan dari upaya menjaga kesehatan.
Selain itu, kebersihan diri dan lingkungan tetap perlu diperhatikan. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan tempat tinggal dapat dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari.
Mulai dari Perubahan Kecil
Menjaga kesehatan pada akhirnya lebih efektif ketika dijadikan kebiasaan, bukan hanya program sementara. Perubahan kecil yang realistis dan konsisten umumnya lebih mudah dipertahankan dibandingkan target besar yang sulit dilakukan terus-menerus.
Seseorang dapat memulai dari satu atau dua kebiasaan terlebih dahulu, misalnya berjalan kaki secara teratur, menambah konsumsi sayur dan buah, berhenti merokok, memperbaiki waktu tidur, atau menjadwalkan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.
Setelah kebiasaan tersebut terbentuk, langkah sehat lainnya dapat ditambahkan secara bertahap.
Yang perlu dipahami, menjalankan pola hidup sehat tidak berarti seseorang dipastikan akan sepenuhnya bebas dari penyakit. Faktor genetik, usia, lingkungan, infeksi, dan kondisi lain juga dapat memengaruhi kesehatan.
Namun, kebiasaan hidup sehat dapat membantu mengurangi berbagai faktor risiko sekaligus mendukung tubuh agar tetap berfungsi dengan baik.
Apabila muncul keluhan yang menetap, memburuk atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan tetap diperlukan. Informasi kesehatan di internet sebaiknya digunakan sebagai bahan edukasi dan bukan sebagai pengganti diagnosis maupun penanganan medis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Menjaga kesehatan sejak sekarang berarti memberi tubuh kesempatan lebih baik untuk tetap aktif, produktif dan mandiri dalam jangka panjang. Tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Hal terpenting adalah memilih langkah yang aman, sesuai kebutuhan, dan dilakukan secara konsisten.
