Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Indonesia membekali para pasukan perdamaian khususnya perempuan dengan kemampuan gender-responsive dan kemampuan untuk membangun komunitas (community building). Kontribusi dan peran personil perempuan Indonesia di MPP PBB menjadi dokter, perawat, administrasi, promosi tentang PBB dan Indonesia.
Kepemimpinan Indonesia saat Presidensi DK PBB pada Mei 2019 merupakan wujud nyata kontribusi Indonesia dalam memperbaiki tata kerja DK PBB sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB. Telah menghasilkan berbagai dokumen/ produk DK PBB, yaitu 4 resolusi, 1 Presidential Statement, 3 Pernyataan Pers dan 3 Elemen bagi Pers. Di bawah Presidensi Indonesia juga telah dilaksanakan 2 sidang terbuka tentang Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB dan Perlindungan Warga Sipil; 15 briefing terbuka; 14 konsultasi tertutup; dan 3 pertemuan dengan format Arria. Terdapat total 45 kegiatan dalam kurun waktu 22 hari kerja PBB.
Pada bulan Agustus 2020, Indonesia menjabat kembali sebagai Presiden DK PBB dengan mengusung tema ‘Memajukan Perdamaian’. Ini merupakan presidensi kedua Indonesia, setelah sebelumnya pernah menjabat pada Mei 2019 lalu. Telah menghasilkan total 50 kegiatan yang berhasil diselenggarakan, baik melalui pertemuan langsung maupun secara virtual. Indonesia telah memimpin 12 pertemuan terbuka, 12 pertemuan tertutup, 5 agenda tambahan, dan 12 pertemuan Badan Subsider DK PBB. Di antara pertemuan-pertemuan tersebut, terdapat 3 pertemuan yang menjadi signature events, yaitu: