Namun setelah selesai dan melihat video ada kejanggalan diduga anak perempuannya diberi suntikan kosong tanpa cairan vaksin. “Diperlihatkan video itu kepada keluarganya kemudian ada indikasi kemungkinan ini tidak ada isi vaksinnya,” ucapnya.
Polisi juga mengaku telah meminta keterangan orang tua pelajar yang disuntik vaksin. Selain memeriksa dua Nakes, polisi juga kata Hadi turut mengamankan, ratusan lmbah suntik.
Sementara itu, dr Nagita saat dihadirkkan dalam temu pers tersebut megaku khilaf. “Kepada masyarakat, kepada Polri, kepada IDI Sumut, kepada IDI Medan saya mohon maaf atas kesilapan ini”,ujar dr Nagita singkat.
