Inggris-AS Uji Torpedo dari Drone Bawah Laut XV Excalibur dalam Program AUKUS

Inggris dan Amerika Serikat menguji peluncuran torpedo kelas berat dari kendaraan bawah air nirawak XV Excalibur di perairan Inggris dalam program AUKUS.

Tina MBG
22 September 2026 | 06:51 WIB•139 Views

Inggris-AS Uji Torpedo dari Drone Bawah Laut XV Excalibur dalam Program AUKUS

Internasional139Views

LONDON, MIMBARBANGSA.COM — Inggris dan Amerika Serikat untuk pertama kalinya menguji peluncuran torpedo kelas berat dari kendaraan bawah air tanpa awak, bukan dari kapal selam berawak. Uji tembak berlangsung di perairan Inggris pada pekan lalu dalam rangka kerja sama AUKUS yang melibatkan Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.

Pemerintah Inggris mengumumkan pengujian tersebut pada Senin, 21 September 2026. Torpedo yang digunakan disebut merupakan senjata kelas berat yang dikembangkan bersama Amerika Serikat dan Australia, sedangkan platform peluncurnya adalah XV Excalibur, kendaraan bawah air nirawak sepanjang sekitar 12 meter yang dibuat di Inggris.

London menyebut pengujian itu sebagai langkah penting dalam pengembangan teknologi kapal selam masa depan. Pemerintah Inggris juga mengaitkannya dengan peningkatan kemampuan bawah laut negara-negara AUKUS dan keamanan kawasan Euro-Atlantik. Pernyataan tersebut merupakan penilaian pemerintah Inggris atas arti strategis uji coba tersebut.

Excalibur Jadi Laboratorium Teknologi Bawah Laut

XV Excalibur bukan platform yang muncul tiba-tiba. Royal Navy memperkenalkan kendaraan tersebut pada Mei 2025 sebagai Extra-Large Uncrewed Underwater Vehicle atau XLUUV pertama mereka.

Menurut Royal Navy, Excalibur memiliki panjang sekitar 12 meter, lebar dua meter, dan bobot sekitar 19 ton. Kendaraan tersebut merupakan hasil Project Cetus dan menjadi kendaraan bawah air tanpa awak terbesar yang ketika itu diuji Royal Navy.

Sejak awal, Excalibur dirancang sebagai platform eksperimen atau testbed, bukan kendaraan yang langsung ditempatkan dalam tugas operasional. Royal Navy menggunakannya untuk mempelajari teknologi dan konsep peperangan bawah laut masa depan, termasuk sensor, kemampuan pengintaian, unsur stealth, serta integrasi berbagai jenis muatan.

Pengembangan Excalibur juga menjadi bagian dari upaya Inggris memahami bagaimana kapal selam berawak dan sistem nirawak dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

Sudah Pernah Dikendalikan dari Australia

Kerja sama lintas negara terhadap Excalibur telah diuji sebelum peluncuran torpedo terbaru.

Pada 2025, Royal Navy menguji kemampuan komunikasi dan kendali terhadap Excalibur yang berada di perairan Inggris dari pusat operasi di Australia dalam rangka Exercise Talisman Sabre dan program Maritime Big Play AUKUS Pillar II.

Royal Navy menyebut pusat kendali tersebut berada lebih dari 10.000 mil dari lokasi Excalibur di Inggris. Pengujian itu ditujukan untuk menunjukkan kemampuan Inggris dan Australia mengoperasikan sistem bawah air tanpa awak secara interoperabel.

Uji tembak terbaru membawa eksperimen Excalibur ke tahapan berbeda. Jika sejumlah pengujian sebelumnya berfokus pada navigasi, komunikasi, sensor, dan kendali, kali ini kendaraan tersebut digunakan untuk meluncurkan torpedo kelas berat.

Sidharth Kaushal, peneliti senior Royal United Services Institute, kepada AFP menilai penggunaan muatan mematikan itu penting karena memperlihatkan potensi sistem nirawak untuk menjalankan fungsi yang lebih luas dari sekadar pengintaian.

Bagian dari Pengembangan AUKUS Pillar II

Pengembangan tersebut sejalan dengan program AUKUS Pillar II.

Dalam dokumen resmi yang diterbitkan pada Mei 2026, pemerintah Inggris menjelaskan bahwa Australia, Inggris, dan Amerika Serikat membentuk proyek khusus untuk mengembangkan payload serta sistem pendukung bagi Uncrewed Undersea Vehicles.

Teknologi yang dikembangkan dapat mendukung pengawasan laut, perlindungan infrastruktur bawah air, operasi militer, hingga kemampuan ofensif. Program itu juga menargetkan agar muatan dan teknologi yang dikembangkan masing-masing negara semakin dapat digunakan secara interoperabel.

Program ini sekaligus memperlihatkan pembagian kontribusi teknologi di antara mitra AUKUS. Berdasarkan laporan mengenai uji terbaru, torpedo dikembangkan bersama Amerika Serikat dan Australia, sementara Excalibur merupakan platform buatan Inggris.

Royal Navy pada Februari 2026 juga menyatakan rangkaian Maritime Big Play tahun ini akan mencakup skenario latihan langsung yang dibuat mendekati kondisi operasi nyata. Fokus pengembangannya antara lain peperangan antikapal selam, serangan maritim, serta peperangan dasar laut dengan dukungan teknologi nirawak dan otonom.

Belum Berarti Menggantikan Kapal Selam Berawak

Meski uji peluncuran torpedo menunjukkan peningkatan kemampuan, keberhasilan satu pengujian tidak berarti kendaraan bawah air nirawak telah menggantikan kapal selam berawak.

Excalibur sejak awal dikembangkan sebagai platform eksperimental. Royal Navy menjelaskan pengujian kendaraan itu bertujuan memahami tantangan teknis serta konsep pengoperasian sistem berawak dan nirawak secara bersamaan.

Uji di perairan Inggris juga berlangsung ketika penggunaan sistem otonom semakin menjadi perhatian dalam operasi laut. Kendaraan tanpa awak dapat digunakan untuk sejumlah misi dengan mengurangi kebutuhan menempatkan personel secara langsung pada platform yang memasuki lingkungan berisiko tinggi.

Dalam dokumen AUKUS Pillar II, kendaraan bawah air tanpa awak antara lain diarahkan untuk mendukung pengawasan wilayah laut, perlindungan infrastruktur bawah laut, dan operasi angkatan laut.

Bagi AUKUS, uji XV Excalibur memperlihatkan bentuk kerja sama teknologi yang berbeda dari program kapal selam bertenaga nuklir yang selama ini lebih banyak mendapat perhatian publik.

Tahap berikutnya akan bergantung pada hasil evaluasi teknis, keselamatan, keandalan sistem, dan keputusan pemerintah masing-masing negara. Hingga informasi yang tersedia saat ini, Excalibur tetap berstatus platform eksperimen. Karena itu, pengujian tersebut lebih tepat dipahami sebagai tonggak pengembangan teknologi bawah laut dan interoperabilitas AUKUS, bukan tanda bahwa armada kapal selam nirawak bersenjata telah siap beroperasi penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *