Tersisa Dua Betina, Harapan Badak Putih Utara Bertumpu pada Sains

Najin dan Fatu menjadi dua badak putih utara terakhir di dunia. Ilmuwan berupaya menyelamatkan subspesies tersebut melalui produksi dan transfer embrio.

Walas MBG
16 September 2026 | 22:22 WIB166 Views

Tersisa Dua Betina, Harapan Badak Putih Utara Bertumpu pada Sains

Internasional166Views

NANYUKI, MIMBARBANGSA.COM Nasib badak putih utara kini berada di titik kritis. Hanya dua individu betina bernama Najin dan Fatu yang masih bertahan, membuat kelangsungan subspesies tersebut bergantung pada teknologi reproduksi berbantu yang dikembangkan para ilmuwan.

Kedua badak tersebut berada di Ol Pejeta Conservancy, Kenya. Karena tidak ada lagi pejantan yang hidup dan keduanya tidak dapat melanjutkan perkembangbiakan secara alami, badak putih utara dinyatakan telah mengalami kepunahan secara fungsional.

Namun, para peneliti belum menyerah. Konsorsium internasional BioRescue terus mengembangkan fertilisasi in vitro atau IVF, produksi embrio, transfer embrio, dan teknologi sel punca untuk membuka peluang kelahiran generasi baru badak putih utara.

Berdasarkan laporan resmi BioRescue, Najin dan Fatu merupakan dua badak putih utara terakhir yang masih hidup. Proyek tersebut dipimpin Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research atau Leibniz-IZW dengan melibatkan sejumlah lembaga konservasi dan penelitian internasional.

Embrio Baru Menambah Harapan

Perkembangan penting terjadi pada awal 2026. Tim ilmuwan berhasil mengambil sel telur dari Fatu di Ol Pejeta Conservancy. Sel telur tersebut kemudian diproses dan menghasilkan satu embrio badak putih utara baru.

Keberhasilan itu membuat jumlah embrio murni badak putih utara yang telah dihasilkan bertambah menjadi 39. Embrio dibuat menggunakan sel telur Fatu yang dibuahi dengan sperma beku dari pejantan badak putih utara yang telah mati.

Iklan Mimbar Bangsa – Pasang Iklan untuk Promosi Bisnis dan Produk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *