USG dapat digunakan untuk melihat lokasi dan tingkat robekan. MRI juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tendon apabila pemeriksaan tambahan diperlukan.
Operasi Bukan Satu-satunya Pilihan
Penanganan Achilles tendon rupture dapat dilakukan secara nonoperatif maupun melalui operasi. Pilihan terapi tidak sama pada setiap pasien dan mempertimbangkan usia, tingkat aktivitas, karakter robekan, waktu sejak cedera, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Pada terapi tanpa operasi, kaki biasanya diposisikan sehingga ujung tendon yang robek dapat mendekat. Pasien dapat menggunakan gips atau sepatu khusus dengan penyangga tumit, kemudian menjalani program rehabilitasi secara bertahap.
Bukti medis terbaru menunjukkan terapi nonoperatif dengan rehabilitasi fungsional dapat memberikan hasil yang baik pada banyak pasien. Karena itu, operasi bukan satu-satunya pilihan untuk setiap kasus Achilles tendon rupture.
Operasi tetap dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, misalnya robekan dengan karakteristik tertentu, cedera berulang, penanganan yang terlambat, atau kebutuhan aktivitas tertentu. Operasi bertujuan menyambungkan kembali ujung tendon yang terputus.
Karena masing-masing pilihan memiliki keuntungan dan risiko, keputusan sebaiknya dibuat bersama dokter ortopedi setelah evaluasi menyeluruh.
Rehabilitasi Menjadi Bagian Penting Pemulihan
Baik pasien yang menjalani operasi maupun terapi nonoperatif membutuhkan rehabilitasi untuk mengembalikan kekuatan otot, gerakan pergelangan kaki, keseimbangan, serta kemampuan berjalan.
Program fisioterapi biasanya dilakukan secara bertahap. Pasien tidak sebaiknya memaksakan peregangan atau kembali berolahraga sebelum mendapatkan izin tenaga medis karena tendon yang sedang sembuh masih rentan mengalami robekan ulang.







