Acrophobia Bukan Sekadar Takut Ketinggian, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Acrophobia adalah fobia terhadap ketinggian yang memicu kecemasan intens. Kenali gejala, penyebab, diagnosis, terapi, dan kapan perlu mencari bantuan.

18 September 2026 | 03:38 WIB23 Views

Acrophobia Bukan Sekadar Takut Ketinggian, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Kesehatan23 Views

Dalam penilaian fobia spesifik, ketakutan biasanya bersifat menetap, tidak sebanding dengan bahaya aktual, memicu kecemasan ketika berhadapan dengan pemicu, dan menyebabkan penghindaran atau gangguan bermakna dalam aktivitas. Durasi sekitar enam bulan atau lebih juga menjadi bagian dari kriteria diagnosis yang digunakan.

Terapi Paparan Menjadi Penanganan Utama

Acrophobia dapat ditangani. Salah satu pendekatan utama untuk fobia spesifik adalah exposure therapy atau terapi paparan.

Terapi dilakukan dengan menghadapkan pasien pada sumber ketakutan secara bertahap dalam lingkungan yang aman. Paparan tidak berarti seseorang langsung dipaksa berdiri di tempat yang sangat tinggi.

Proses dapat dimulai dari membicarakan ketinggian, melihat gambar dari tempat tinggi, menonton video, kemudian menghadapi situasi nyata yang telah direncanakan bersama terapis.

Tujuannya adalah membantu seseorang belajar menghadapi rasa takut tanpa terus menggunakan penghindaran sebagai satu-satunya cara mengatasinya. Penghindaran dapat mengurangi rasa takut untuk sementara, tetapi dalam jangka panjang dapat mempertahankan pola ketakutan.

CBT dan Obat Bisa Digunakan pada Kondisi Tertentu

Cognitive behavioral therapy atau CBT juga digunakan untuk membantu pasien mengenali cara berpikir dan respons yang berhubungan dengan ketakutan. CBT dapat dikombinasikan dengan paparan secara bertahap.

Obat bukan terapi utama bagi sebagian besar fobia spesifik. Namun, dokter dapat mempertimbangkan obat tertentu untuk membantu mengendalikan gejala kecemasan dalam keadaan tertentu atau penggunaan jangka pendek.