Dalam periode tersebut, Hanati juga dikaitkan dengan penyusunan Panca Program Nias bersama pemerintah daerah. Program itu mencakup sejumlah sektor pembangunan, antara lain perhubungan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan pariwisata.
Hanati juga tercatat memiliki keterkaitan dengan dunia pendidikan tinggi di Nias. Sejumlah catatan biografis menyebut dirinya pernah dipercaya memimpin IKIP Gunungsitoli sebagai rektor pada periode 1977–1984.
Masa kepemimpinannya di lembaga pendidikan tersebut beririsan dengan perjalanan kariernya dalam pemerintahan daerah dan beberapa tahun awal ketika dirinya menjabat sebagai Bupati Nias.
Perhatian terhadap Infrastruktur Nias
Dalam perjalanan pemerintahannya, Hanati juga dikenal memiliki perhatian terhadap pembangunan fasilitas perhubungan di Nias.
Sejumlah catatan sejarah menyebut pemerintahan pada masa itu melanjutkan pembangunan maupun perbaikan fasilitas pelabuhan dan sarana transportasi yang telah dirintis pada periode pemerintahan sebelumnya.
Infrastruktur perhubungan memiliki peranan penting bagi wilayah kepulauan seperti Nias karena menjadi penghubung mobilitas masyarakat, distribusi barang, kegiatan ekonomi, serta hubungan antara Nias dengan wilayah lain di Sumatera Utara.
Dari Nias Menuju DPR RI
Setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai Bupati Nias, perjalanan politik Hanati kemudian berlanjut hingga tingkat nasional.
Pada Pemilu 1997, Hanati terpilih menjadi anggota DPR RI melalui Golkar dari wilayah Sumatera Utara. Keberadaannya sebagai anggota parlemen dapat ditemukan dalam arsip resmi DPR RI.
Risalah DPR periode 1998–1999 mencantumkan nama Hanati Nazara, S.H. sebagai anggota Fraksi Karya Pembangunan.








