Arsip rapat kerja Komisi II DPR RI pada 24 Maret 1999 juga mencatat nama Hanati dalam daftar anggota Komisi II yang menghadiri pembahasan bersama Menteri Dalam Negeri.
Masa pengabdiannya di DPR RI berlangsung hingga 1999, bertepatan dengan masa perubahan politik nasional menuju era Reformasi.
Hanati masih tercatat mencoba kembali ke parlemen beberapa tahun kemudian. Dalam Pemilu 2004, namanya muncul sebagai calon anggota DPR RI melalui Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II, namun tidak memperoleh kursi.
Kembali Terlibat dalam Pemulihan Pascabencana Nias
Jejak Hanati di tengah masyarakat Nias kembali terlihat setelah rangkaian bencana besar melanda kawasan barat Indonesia.
Nias menjadi salah satu wilayah yang terdampak tsunami Samudra Hindia pada 26 Desember 2004. Tiga bulan kemudian, pada 28 Maret 2005, gempa besar Nias–Simeulue menyebabkan kerusakan berat di Pulau Nias dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dokumentasi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perwakilan Nias pada 2006 mencatat Hanati sebagai salah satu anggota tim ad hoc yang melibatkan unsur masyarakat.
Tim tersebut berperan dalam mendorong keterlibatan masyarakat serta membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan rehabilitasi, rekonstruksi, tata kelola, dan komunikasi antara masyarakat dengan pihak yang terlibat dalam pemulihan Nias.
Keterlibatan itu memperlihatkan bahwa perhatian Hanati terhadap Nias tidak berhenti setelah masa jabatannya sebagai kepala daerah maupun anggota parlemen berakhir.








