Prompt dapat dibuat lebih jelas menjadi: “Buat artikel 800 kata tentang cara memulai bisnis makanan rumahan untuk pemula di Indonesia. Gunakan bahasa sederhana, paragraf pendek, dan sertakan langkah praktis.”
Instruksi yang lebih spesifik memberi lebih banyak informasi sehingga ruang interpretasi menjadi lebih kecil.
2. Berikan Konteks yang Dibutuhkan
Cara membuat prompt ChatGPT yang benar juga berkaitan dengan konteks. Jangan berasumsi bahwa AI otomatis mengetahui situasi yang dimaksud.
Daripada hanya meminta “Buatkan strategi promosi”, pengguna dapat menjelaskan produk, target konsumen, platform, dan hasil yang ingin dicapai.
Contohnya: “Saya menjual keripik pisang secara online dengan target konsumen usia 18–35 tahun. Buat strategi promosi selama 30 hari untuk Instagram dan TikTok dengan anggaran terbatas.”
3. Tentukan Bentuk Hasil yang Diinginkan
Pengguna sebaiknya menjelaskan bagaimana jawaban harus disajikan. Jawaban dapat diminta dalam bentuk tabel, langkah demi langkah, artikel, ringkasan, daftar ide, naskah video, caption media sosial, email, atau format lainnya.
Contohnya: “Jelaskan cara membuat website WordPress untuk pemula dalam tujuh langkah. Setiap langkah maksimal dua paragraf dan gunakan bahasa yang mudah dipahami.”
4. Tentukan Target Pembaca dan Gaya Bahasa
Tulisan untuk siswa sekolah tentu berbeda dari laporan untuk profesional. Karena itu, jelaskan siapa target pembacanya dan bagaimana gaya penyampaiannya.
Misalnya: “Jelaskan investasi saham untuk orang yang sama sekali belum pernah berinvestasi. Hindari istilah teknis yang tidak dijelaskan dan gunakan contoh sederhana.”



