London, MIMBARBANGSA.COM — Menteri Luar Negeri Inggris Edward Samuel Miliband menyatakan Israel semakin kehilangan teman dan sekutu internasional akibat kebijakannya di Jalur Gaza dan wilayah pendudukan Tepi Barat. Pernyataan itu disampaikan ketika London meningkatkan tekanan melalui sanksi dan pembatasan perdagangan terkait permukiman Israel.
Miliband menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara dengan siniar Inggris, The Rest is Politics, Selasa (15/9/2026).
“Israel sedang kehilangan teman. Mereka tidak mendapatkan sekutu baru,” kata Miliband dalam wawancara tersebut.
Menurutnya, tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat telah memicu perhatian serta reaksi masyarakat di berbagai negara. Kondisi itu dinilai semakin mempersempit dukungan internasional terhadap pemerintah Israel.
Pemerintah Inggris sebelumnya mengumumkan langkah baru yang menyasar aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat. Kebijakan tersebut mencakup larangan impor barang dari permukiman yang dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional.
London juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan dan individu yang disebut memfasilitasi perluasan permukiman, serta kelompok ekstremis Israel yang diduga mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.
Miliband menegaskan bahwa kebijakan tersebut diarahkan terhadap pendudukan dan aktivitas permukiman, bukan untuk mendelegitimasi keberadaan negara Israel.
Inggris Soroti Perluasan Permukiman E1
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Inggris adalah rencana perluasan permukiman E1 di Tepi Barat.
Proyek tersebut dinilai dapat memutus hubungan wilayah antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Apabila dilanjutkan, pembangunan negara Palestina yang memiliki wilayah berkesinambungan dikhawatirkan semakin sulit diwujudkan.


