JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 September 2026, untuk membahas percepatan penerapan pendidikan gratis di satuan pendidikan negeri serta persiapan skema pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN).
Dalam pembahasan tersebut, pemerintah mengarahkan pendidikan gratis pada sekolah negeri mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut jumlah sekolah negeri pada jenjang tersebut mencapai sekitar 164 ribu di seluruh Indonesia.
“Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia,” ujar Teddy.
Pernyataan tersebut melanjutkan sikap Presiden yang disampaikan lima hari sebelumnya di Jakarta. Pada 18 September 2026, Prabowo menyatakan akan segera menggelar rapat terbatas dan mengatakan biaya pendidikan negeri dari SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus gratis.
Rapat pada 23 September menjadi tindak lanjut pembahasan di tingkat pemerintah, tetapi belum sekaligus menandai berlakunya seluruh skema pembebasan biaya tersebut.
Untuk jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK, keterangan pemerintah yang tersedia menekankan percepatan penerapan pendidikan gratis pada sekolah negeri. Namun, sumber resmi yang diperiksa belum merinci secara lengkap komponen biaya yang akan dibebaskan, mekanisme pembiayaan, maupun tanggal efektif penerapannya secara nasional.











