Sihoi dan berakhirnya kesaktian
Puncak kisah terjadi ketika Sihoi mengetahui rahasia kekuatan suaminya. Laowomaru disebut mengungkapkan bahwa sembilan rambut kawat di kepalanya tidak boleh dicabut karena jika rambut itu hilang, kekuatannya juga akan lenyap.
Dalam versi dokumentasi 1982, sekelompok pedagang dari Johor kemudian menangkap Sihoi dan memaksanya membuka rahasia tersebut. Setelah sembilan rambut Laowomaru dicabut, ia kehilangan kekuatannya dan meninggal.
Asal-usul Laowomaru ternyata tidak tunggal
Menariknya, cerita mengenai asal-usul Laowomaru tidak seragam. Victor Zebua, penulis Jejak Cerita Rakyat Nias, dalam sebuah telaah yang merujuk sejumlah literatur lama mencatat adanya versi berbeda. Ia menyebut transkripsi L.N.H.A. Chatelin pada 1881 dan J.P. Kleiweg de Zwaan pada 1911 mengandung cerita yang mengaitkan Laowomaru, dengan variasi nama Laubo Maros, dengan Bugis atau Sulawesi.
Sebaliknya, versi yang disebut berasal dari Sundermann pada 1923 menghubungkan Laowomaru dengan Lahari dan garis leluhur Nias. Tradisi yang mengaitkannya dengan Lahari juga sejalan dengan versi yang kemudian didokumentasikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Perbedaan ini tidak selayaknya diselesaikan dengan memilih salah satu versi secara sembarangan. Transkripsi asli Chatelin, de Zwaan, dan Sundermann belum seluruhnya dapat diperiksa langsung melalui sumber digital dalam penelusuran ini. Karena itu, versi Bugis dan versi garis keturunan Nias sebaiknya dicatat sebagai varian tradisi yang berbeda, bukan sebagai penetapan final mengenai identitas historis Laowomaru.








