MEDAN, MIMBARBANGSA.COM — Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan Dr. Disiplin F. Manao, S.H., M.H. mengajak seluruh aparatur peradilan menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai penguat integritas, profesionalitas, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan PTTUN Medan, Kamis, 1 Oktober 2026.
Upacara yang berlangsung di PTTUN Medan, Jalan Setia Budi No. 31, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, itu diikuti unsur pimpinan dan aparatur pengadilan.
Dalam sambutannya, Disiplin menyebut peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober tidak semata-mata menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah bangsa.
Peringatan tersebut, menurut dia, sekaligus menjadi pengingat agar Pancasila terus ditempatkan sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, termasuk dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Menurut Disiplin, tema tersebut menegaskan peran Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
Pancasila, lanjutnya, harus menjadi perekat keberagaman sekaligus landasan untuk membangun kemandirian nasional, ketahanan bangsa, kesetaraan hukum dan sosial ekonomi, serta pemerataan pembangunan.
“Persatuan yang berlandaskan Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan modal dasar dan prasyarat mutlak yang harus dijaga bersama agar Indonesia bisa bergerak maju menjadi negara yang mandiri, setara, dan sejahtera,” demikian substansi yang ditegaskannya dalam sambutan.
Integritas Jadi Fondasi Aparatur Peradilan
Khusus bagi aparatur peradilan, Disiplin menekankan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila memiliki arti penting dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kemampuan dan profesionalitas aparatur, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan integritas.
“Integritas adalah fondasi utama dalam menjaga kehormatan dan kepercayaan terhadap lembaga peradilan,” ujar Disiplin.
Ia mengajak seluruh aparatur PTTUN Medan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurut dia, integritas dapat dimulai dari perilaku sederhana dalam lingkungan kerja, seperti menjalankan tugas secara jujur, disiplin dan bertanggung jawab, tidak menyalahgunakan kewenangan serta memberikan pelayanan secara adil tanpa membeda-bedakan masyarakat.
Hari Kesaktian Pancasila juga diharapkan menjadi momentum membangkitkan kembali semangat aparatur dalam bekerja dan memberikan pengabdian terbaik.
Disiplin mengingatkan agar rutinitas pekerjaan tidak membuat aparatur kehilangan semangat untuk melakukan perbaikan.
Setiap pekerjaan di lingkungan pengadilan, menurutnya, memiliki kontribusi terhadap keberhasilan organisasi.
Hakim Tinggi, unsur kepaniteraan, kesekretariatan hingga seluruh unsur pendukung memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang berkualitas.
Dorong Pembangunan Zona Integritas
Selain menekankan pengamalan nilai Pancasila, Ketua PTTUN Medan turut menghubungkannya dengan pembangunan Zona Integritas di lingkungan lembaga tersebut.
Menurut Disiplin, Zona Integritas tidak boleh dipandang sebatas kelengkapan dokumen maupun pemenuhan administrasi.
Pembangunan Zona Integritas harus menjadi proses membangun budaya kerja yang berintegritas, meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila maupun ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan pembangunan Zona Integritas merupakan tanggung jawab seluruh aparatur dan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu bagian atau beberapa orang.
Karena itu, diperlukan kesamaan semangat untuk melakukan perubahan, konsistensi menjaga integritas, kedisiplinan dalam bekerja serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Disiplin juga mengajak seluruh aparatur menjadikan nilai Pancasila sebagai budaya dalam lingkungan kerja melalui sikap saling menghargai, menjaga kebersamaan, bekerja dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan kepentingan organisasi dan pelayanan publik.
Menurutnya, semangat membangun Zona Integritas semestinya tidak hanya muncul ketika lembaga menghadapi evaluasi atau penilaian.
Nilai integritas harus menjadi bagian dari kebiasaan dan budaya kerja sehari-hari sehingga dapat terlihat dalam perilaku setiap aparatur.
“Mari kita bersama-sama membangun lingkungan kerja yang bersih, berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan,” katanya.
Ia berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjalankan tugas, menjaga integritas dan melakukan perbaikan secara terus-menerus.
Menutup sambutannya, Disiplin mengajak keluarga besar PTTUN Medan memperkuat persatuan, menjaga integritas, meningkatkan semangat kerja dan melanjutkan pembangunan Zona Integritas secara konsisten.
“Dengan semangat Pancasila, mari kita jaga integritas, perkuat kebersamaan, dan wujudkan Zona Integritas melalui kerja nyata,” ujarnya.






Komentar
0 tanggapan