Senin, 19 Oktober 2026 • 22:44 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Dua Warga Hibahkan Tanah 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Gowe Mado Zega

Dua warga Desa Tetehosi Afia menghibahkan tanah sekitar 840 meter persegi untuk pengembangan fasilitas Gowe Mado Zega di Gunungsitoli.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Situs Budaya Gowe Mado Zega
Dua Warga Hibahkan Tanah 840 Meter Persegi untuk Pengembangan Situs Gowe Mado Zega

GUNUNGSITOLI, MIMBARBANGSA.COM — Upaya pelestarian situs budaya Gowe Mado Zega di Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, mendapat dukungan baru dari masyarakat setempat. Dua warga menyerahkan sebidang tanah berukuran 42 × 20 meter atau sekitar 840 meter persegi untuk mendukung pembangunan fasilitas penunjang kawasan tersebut. Penyerahan hibah berlangsung pada Senin (19/10/2026), setelah pekerjaan pemugaran tugu dilaporkan telah rampung.

Kedua penghibah adalah Masilima Zega alias Ama Julvan dan Faoziduhu Zega alias Ama Menia. Berdasarkan keterangan panitia pemugaran, tanah tersebut diserahkan secara sukarela kepada Pemerintah Desa Tetehosi Afia tanpa tuntutan ganti rugi. Lahan itu direncanakan menjadi lokasi pembangunan area parkir, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta taman bagi masyarakat dan pengunjung situs Gowe Balugu Zega Ana’a dan Zega Helesoromi.

Penyerahan lahan dilakukan melalui pertemuan yang dihadiri Tim Pemugaran Gowe Balugu Zega Ana’a dan Zega Helesoromi, para penghibah, serta masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi kelanjutan dari upaya pelestarian situs budaya yang selama ini melibatkan berbagai unsur masyarakat Mado Zega. Selain membahas pemanfaatan tanah, para pihak juga melakukan peninjauan dan pengukuran lokasi sebagai bagian dari proses penyerahan lahan.

Pemugaran Tugu Rampung, Kebutuhan Fasilitas Meningkat

Pemugaran Gowe Mado Zega merupakan kegiatan yang digerakkan melalui swadaya masyarakat, termasuk dukungan warga bermarga Zega dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Tim Pemugaran Gowe Mado Zega, Aroziduhu Zega alias Ama Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah dimulai sejak November 2022. Dalam perkembangannya, Pemerintah Kota Gunungsitoli turut memberikan dukungan anggaran melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.

Menurut informasi yang disampaikan dalam bahan reporter, Pemerintah Kota Gunungsitoli mengalokasikan dana sebesar Rp250 juta melalui APBD Tahun Anggaran 2025 untuk mendukung pekerjaan pemugaran. Pekerjaan fisik tersebut kini dilaporkan telah mencapai progres 100 persen. Meski demikian, selesainya pemugaran tugu belum sepenuhnya menjawab kebutuhan fasilitas bagi masyarakat yang datang ke kawasan situs budaya tersebut.

Aroziduhu mengungkapkan bahwa keterbatasan lahan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi panitia seiring berkembangnya aktivitas di sekitar Gowe Mado Zega. Kebutuhan tempat parkir dinilai semakin penting untuk mendukung kenyamanan pengunjung dan kelancaran kegiatan masyarakat. Karena itu, hibah tanah dari kedua warga dipandang sebagai kontribusi penting untuk melanjutkan pembangunan kawasan setelah pemugaran tugu selesai.

“Pemugaran Gowe Mado Zega ini sudah dimulai sejak November 2022. Pada tahun 2025, kita mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Gunungsitoli dan pekerjaan pemugaran telah selesai dilaksanakan. Namun, lahan di kawasan Gowe Mado Zega semakin terbatas, sementara kawasan ini terus berkembang dan semakin ramai dikunjungi,” ujar Aroziduhu.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para penghibah yang bersedia menyerahkan tanahnya tanpa meminta imbalan. Menurutnya, dukungan tersebut memperlihatkan bahwa tanggung jawab menjaga situs budaya tidak hanya diwujudkan melalui sumbangan dana, tetapi juga kontribusi nyata sesuai kemampuan masyarakat. Panitia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus menjadi kekuatan dalam pengembangan kawasan Gowe Mado Zega.

“Dengan adanya lahan yang dihibahkan secara sukarela oleh saudara-saudara kita, perjuangan ini akan terus kita lanjutkan, terutama pembangunan area parkir. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kebersamaan yang telah ditunjukkan,” tambahnya.

Penghibah Tegaskan Penyerahan Tanah Tanpa Ganti Rugi

Salah seorang penghibah, Masilima Zega alias Ama Julvan, menegaskan bahwa keputusan menyerahkan tanah dilandasi keinginan mendukung pembangunan kawasan situs budaya Mado Zega. Ia menyatakan tidak akan menuntut ganti rugi atas penyerahan lahan tersebut pada kemudian hari. Masilima berharap tanah yang diserahkan dapat digunakan untuk kepentingan bersama, terutama penyediaan fasilitas parkir yang dibutuhkan masyarakat.

“Hari ini, secara resmi kami menyerahkan sebidang lahan ini dengan sukarela untuk pembangunan Gowe Mado Zega, khususnya sebagai tempat parkir. Kami tidak menuntut ganti rugi di kemudian hari. Kebersamaan selama ini membuktikan bahwa Mado Zega terus berkembang dan bersatu,” ungkap Masilima.

Ketua Bidang Penggalangan Dana Tim Pemugaran Gowe Mado Zega Ana’a dan Zega Helesoromi, Agust Zega Amatia, turut memberikan apresiasi terhadap kepedulian kedua penghibah. Ia menilai penyerahan tanah tanpa imbalan mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan rasa memiliki terhadap peninggalan budaya leluhur. Agust juga mengajak keluarga besar Mado Zega, baik yang berada di Kepulauan Nias maupun di berbagai wilayah Indonesia, untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan kawasan tersebut.

“Mari kita bersama-sama mengambil bagian dalam meningkatkan pembangunan dan pemugaran Gowe Mado Zega. Di berbagai daerah di seluruh Indonesia terdapat saudara-saudara kita dari Mado Zega yang terus memberikan dukungan. Kami mengucapkan terima kasih atas lahan yang telah dihibahkan ini,” ucap Agust.

Lahan Ditinjau, Pengukuran Dilanjutkan dengan Penandatanganan Surat Hibah

Setelah pertemuan, tim pemugaran bersama para penghibah meninjau lokasi tanah yang berada di depan Gereja BNKP Jemaat Orodua, Desa Tetehosi Afia. Pengukuran dilakukan bersama untuk memastikan bagian lahan yang diserahkan bagi rencana pengembangan fasilitas kawasan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat hibah sebagai bagian dari administrasi penyerahan tanah.

Penyerahan lahan tersebut membuka peluang bagi pengembangan Gowe Mado Zega yang lebih terarah, terutama dalam penyediaan sarana penunjang pengunjung. Namun, pembangunan area parkir, MCK, dan taman masih merupakan rencana yang memerlukan tindak lanjut dari pihak terkait. Pemanfaatan lahan juga perlu didukung kejelasan administrasi hibah dan perencanaan pembangunan agar fasilitas yang dihasilkan dapat digunakan sebagaimana tujuan penyerahannya.

Bagi masyarakat Mado Zega, pelestarian situs Gowe Balugu Zega Ana’a dan Zega Helesoromi berkaitan erat dengan upaya mempertahankan identitas serta warisan budaya leluhur. Dukungan masyarakat melalui kegiatan pemugaran dan hibah lahan menunjukkan adanya partisipasi bersama dalam menjaga keberadaan situs tersebut. Dengan berlanjutnya pengembangan kawasan, masyarakat berharap Gowe Mado Zega dapat semakin terpelihara sekaligus memberikan kenyamanan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan WA f X ➤
5 Menit Melek Hukum GABUNG