NIAS SELATAN, MIMBARBANGSA.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (22/9/2026), menimbulkan genangan air di sejumlah titik di Kecamatan Teluk Dalam. Salah satu lokasi yang terdampak berada di Jalan Saonigeho, kawasan Pasar Teluk Dalam, sehingga kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan.
Pantauan yang dilaporkan Pikiran Rakyat Medan sekitar pukul 13.09 WIB menunjukkan air telah menggenangi sebagian badan jalan di kawasan tersebut. Arus kendaraan tetap bergerak, tetapi pengendara sepeda motor maupun kendaraan lain melintas lebih perlahan untuk menghindari risiko saat melewati genangan.
Sejumlah warga juga terlihat berada di tepi jalan sambil menunggu kondisi air berangsur surut. Hingga siang menuju sore, cuaca di sekitar Teluk Dalam masih dilaporkan mendung.
Seorang pengendara yang disebut bernama Telaumbanua menggambarkan air naik dengan cepat setelah hujan turun.
“Air naik cepat sekali, kami harus pelan-pelan lewat,” katanya sebagaimana dikutip dari laporan sumber.
Genangan Ganggu Arus Kendaraan
Genangan di Jalan Saonigeho menjadi perhatian karena berada di kawasan Pasar Teluk Dalam, salah satu area yang ramai dilalui masyarakat. Kondisi jalan yang tertutup air membuat pengendara perlu memperkirakan bagian jalan yang aman dilewati dan menjaga kecepatan agar tidak kehilangan kendali.
Laporan awal tidak menyebutkan ketinggian genangan secara terukur. Tidak ada pula informasi mengenai penutupan jalan, kendaraan yang terjebak, korban jiwa, maupun kerusakan fasilitas akibat kejadian tersebut.
Karena itu, kondisi yang terkonfirmasi dalam laporan ini adalah genangan pada badan jalan yang menghambat kelancaran lalu lintas, bukan laporan mengenai banjir dengan dampak luas.
Warga yang berada di sekitar lokasi menilai persoalan genangan perlu mendapat perhatian, terutama pada sistem drainase di kawasan Pasar Teluk Dalam. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Nias Selatan bersama instansi terkait memeriksa saluran air dan mencari penyebab genangan yang disebut kerap muncul ketika hujan deras.
Harapan tersebut merupakan aspirasi warga yang disampaikan melalui pemberitaan di lokasi. Belum ada data teknis yang menunjukkan apakah genangan dipicu oleh kapasitas drainase, saluran tersumbat, kontur jalan, tingginya curah hujan dalam waktu singkat, atau kombinasi beberapa faktor. Penentuan penyebab memerlukan pemeriksaan lapangan oleh pihak yang berwenang.
Karena itu, istilah “genangan” digunakan dalam laporan ini sesuai kondisi yang terverifikasi. Penyebutan tersebut penting agar situasi di lapangan tidak dilebih-lebihkan sebelum ada penjelasan resmi mengenai luas area terdampak, kedalaman air, durasi genangan, atau kemungkinan dampaknya terhadap permukiman.
Informasi yang tersedia saat ini terutama menggambarkan gangguan pada lalu lintas di kawasan Pasar Teluk Dalam.
Sampai berita sumber diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan atau instansi teknis mengenai penyebab genangan, kondisi drainase, maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
BMKG Masukkan Teluk Dalam dalam Peringatan Dini
Pada hari yang sama, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan juga menerbitkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk Sumatera Utara.
Dalam pembaruan pukul 11.15 WIB, BMKG menyebut hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 11.45 WIB di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Teluk Dalam di Kabupaten Nias Selatan.
Peringatan tersebut juga mencakup beberapa kecamatan lain di Nias Selatan. Informasi BMKG itu memperkuat konteks bahwa wilayah Nias Selatan pada hari kejadian memang berada dalam cakupan potensi cuaca signifikan.
Namun, peringatan cuaca tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan kondisi teknis drainase di Jalan Saonigeho, yang masih membutuhkan keterangan dari instansi berwenang bila akan dinilai lebih jauh.
Bagi pengguna jalan, genangan seperti yang terjadi di Jalan Saonigeho dapat mengurangi visibilitas terhadap permukaan jalan. Pengendara sebaiknya menurunkan kecepatan, menjaga jarak, dan tidak memaksakan melintas bila kedalaman air tidak dapat dipastikan. Langkah kehati-hatian menjadi penting terutama bagi pengendara sepeda motor.
Masyarakat di sekitar kawasan yang kembali diguyur hujan juga perlu memperhatikan perkembangan cuaca resmi. Peringatan dini BMKG dapat berubah mengikuti pertumbuhan awan hujan dan pergerakan sistem cuaca, sehingga pembaruan terbaru menjadi rujukan penting selama kondisi hujan masih berlangsung.
Hingga laporan awal dipublikasikan, belum ada laporan resmi mengenai dampak genangan terhadap rumah warga, fasilitas umum, maupun kerugian material. Belum ada pula informasi mengenai korban akibat peristiwa tersebut.
Situasi ini juga menjadi pengingat bahwa informasi lapangan perlu diperbarui secara berkala selama hujan masih berlangsung. Kondisi genangan dapat berubah cepat, baik bertambah maupun surut, sehingga pengguna jalan sebaiknya tidak hanya mengandalkan kondisi beberapa jam sebelumnya ketika hendak melewati kawasan yang sama.
Kondisi di Jalan Saonigeho pada Selasa siang menunjukkan bahwa hujan deras dalam waktu singkat sudah cukup mengganggu mobilitas di kawasan Pasar Teluk Dalam. Perkembangan berikutnya, termasuk penanganan genangan dan evaluasi drainase, masih menunggu informasi resmi dari pemerintah daerah atau instansi terkait.








