Minggu, 4 Oktober 2026 • 05:49 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Ketua PDNI Nias Yasatulo Lase Dorong Doktor Nias Hadirkan Ilmu yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Yasatulo Lase menekankan bahwa ilmu dan gelar akademik harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kepulauan Nias.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Yasatulo Lase
Ketua PDNI Nias Yasatulo Lase Dorong Doktor Nias Hadirkan Ilmu yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

NIAS SELATAN, MIMBARBANGSA.COM — Dr. Yasatulo Lase menekankan pentingnya ilmu pengetahuan tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan dalam momentum pelantikan Perkumpulan Doktor Nias Indonesia (PDNI) Kepulauan Nias periode 2026–2030.

Menurut Yasatulo, keberadaan kalangan terdidik dan para doktor asal Kepulauan Nias semestinya dapat memberikan kontribusi konkret terhadap berbagai kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pandangan tersebut menempatkan ilmu pengetahuan bukan hanya sebagai pencapaian personal, tetapi sebagai instrumen untuk menjawab persoalan sosial, pendidikan, ekonomi dan pembangunan.

Bagi Kepulauan Nias, kontribusi para akademisi dinilai penting karena banyak persoalan daerah membutuhkan pendekatan berbasis pengetahuan, penelitian dan analisis yang kuat.

Ilmu Tidak Cukup Berhenti pada Gelar

Pesan Yasatulo Lase menegaskan bahwa capaian akademik harus berjalan seiring dengan pengabdian kepada masyarakat.

Gelar doktor, dalam konteks tersebut, bukan hanya simbol keberhasilan pendidikan, melainkan membawa tanggung jawab untuk menghadirkan gagasan dan solusi.

Kontribusi itu dapat dilakukan melalui penelitian, kajian kebijakan, pendampingan, pendidikan masyarakat maupun pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Para doktor asal Nias yang memiliki latar belakang keilmuan berbeda juga memiliki peluang besar untuk membangun kolaborasi lintas disiplin.

Masalah pendidikan misalnya, tidak selalu dapat diselesaikan hanya dari sisi sekolah. Persoalan tersebut dapat berkaitan dengan ekonomi keluarga, kesehatan, infrastruktur, teknologi dan kebijakan publik.

Demikian pula persoalan kemiskinan, stunting, sumber daya manusia dan pembangunan wilayah membutuhkan pendekatan yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.

Karena itu, keberadaan komunitas intelektual seperti PDNI dapat menjadi ruang untuk menyatukan berbagai keahlian tersebut.

PDNI Jadi Ruang Konsolidasi Intelektual Nias

Pelantikan PDNI Kepulauan Nias periode 2026–2030 menjadi bagian dari keberlanjutan organisasi yang menghimpun para doktor asal Kepulauan Nias.

PDNI sendiri bukan organisasi yang baru terbentuk.

Dalam pemberitaan ANTARA pada Desember 2022, organisasi tersebut disebut telah dideklarasikan pada 12 September 2021 sebagai wadah bagi kalangan intelektual masyarakat Nias yang telah menyelesaikan pendidikan doktor.

Sejak awal, organisasi itu membawa semangat agar para doktor asal Nias ikut memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Kepulauan Nias.

Pada Desember 2022, PDNI juga tercatat menggelar Rapat Kerja Nasional dan seminar nasional di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan.

Ketika itu, penguatan sumber daya manusia dan kontribusi akademisi dalam pembangunan menjadi bagian dari perhatian organisasi.

Konteks tersebut memperlihatkan bahwa pesan Yasatulo Lase mengenai kebermanfaatan ilmu memiliki hubungan langsung dengan semangat pembentukan PDNI.

Dari Pengetahuan Menuju Aksi Nyata

Tantangan bagi organisasi yang menghimpun kalangan akademisi bukan hanya menjaga komunikasi antaranggota.

Lebih dari itu, hasil pemikiran dan keahlian para anggotanya perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberi dampak nyata.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah, kajian terhadap persoalan masyarakat, kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pendampingan kepada kelompok masyarakat.

Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan akademisi juga dapat menjadi sumber masukan yang lebih objektif karena didasarkan pada data dan penelitian.

Gagasan Yasatulo mengenai ilmu yang bermanfaat pada akhirnya menempatkan masyarakat sebagai tujuan dari proses pendidikan.

Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula peluang untuk memberikan kontribusi melalui bidang keahliannya.

Bagi generasi muda Nias, pesan tersebut juga dapat menjadi dorongan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang mendapatkan gelar atau pekerjaan.

Pendidikan dapat menjadi jalan untuk kembali memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerah asal.

Dorong Kolaborasi untuk Kepulauan Nias

Pelantikan pengurus PDNI periode 2026–2030 membuka ruang baru bagi para doktor asal Nias untuk memperkuat kerja bersama.

Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi sosial dan masyarakat dapat menjadi salah satu jalan memperluas dampak organisasi.

Dengan latar belakang keahlian yang beragam, para doktor Nias dapat berkontribusi pada sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, teknologi, sosial, budaya maupun pembangunan sumber daya manusia.

Namun, keberhasilan kontribusi itu akan sangat bergantung pada kemampuan mengubah gagasan menjadi program dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Pesan Yasatulo Lase menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan memperoleh makna yang lebih besar ketika hadir menjawab persoalan nyata.

Karena itu, momentum pelantikan PDNI 2026–2030 bukan hanya menjadi pergantian atau pembentukan kepengurusan.

Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat peran intelektual Nias agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Kepulauan Nias.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FBWAXLINK
×
Pasang MIMBAR BANGSA

Android/Chrome: ketuk menu ⋮, lalu pilih Instal aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

iPhone/Safari: ketuk Bagikan, lalu pilih Tambahkan ke Layar Utama.