Screenshot WhatsApp, Rekaman Suara dan CCTV: Sahkah Digunakan sebagai Alat Bukti di Pengadilan?

Screenshot WhatsApp, rekaman suara, & CCTV dapat menjadi alat bukti elektronik, tetapi keabsahannya bergantung autentisitas, relevansi, dan cara memperolehnya.

Tina MBG
19 September 2026 | 17:44 WIB0 Views

Screenshot WhatsApp, Rekaman Suara dan CCTV: Sahkah Digunakan sebagai Alat Bukti di Pengadilan?

Analisis Hukum0Views

Mengapa Satu Screenshot Tidak Otomatis Membuktikan Seluruh Tuduhan?

Perlu dibedakan antara keberadaan sebuah alat bukti dan apa yang sebenarnya mampu dibuktikan oleh alat bukti tersebut.

Screenshot dapat menunjukkan isi suatu tampilan digital, tetapi belum tentu secara langsung membuktikan identitas orang yang mengetik pesan, konteks seluruh percakapan, maksud pembicaraan, ataupun terpenuhinya seluruh unsur tindak pidana.

Demikian pula CCTV dapat menunjukkan seseorang berada di tempat tertentu, tetapi belum tentu rekaman tersebut dengan sendirinya membuktikan seluruh peristiwa sebelum atau sesudah bagian video yang terlihat.

Karena itu, bukti elektronik harus dinilai bersama fakta dan bukti lain yang relevan, bukan hanya berdasarkan kesan visual dari satu gambar atau satu potongan rekaman.

Analisis MIMBAR HUKUM

KUHAP baru membawa perubahan penting karena bukti elektronik sekarang secara eksplisit ditempatkan sebagai salah satu jenis alat bukti dalam hukum acara pidana nasional.

Namun, pengakuan tersebut tidak berarti setiap materi digital langsung memiliki kekuatan pembuktian yang sama. Pasal 235 KUHAP menempatkan autentikasi dan legalitas perolehan sebagai mekanisme penyaring, sementara Pasal 242 mengharuskan adanya keterkaitan bukti elektronik dengan tindak pidana.

UU ITE melengkapi kerangka tersebut dengan pengakuan terhadap Informasi Elektronik dan Dokumen Elektronik serta parameter mengenai aksesibilitas, keutuhan, dan kemampuan informasi untuk dipertanggungjawabkan.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menyimpulkan suatu perkara hanya dari screenshot yang beredar di media sosial. Apa yang terlihat meyakinkan secara visual belum tentu telah diuji autentisitas, konteks, sumber, dan cara memperolehnya dalam proses hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *