Selasa, 20 Oktober 2026 • 21:53 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Polres SBT Tangani Kebakaran 10 Hektare Lahan Gambut di Bula Barat

Polres Seram Bagian Timur menangani kebakaran sekitar 10 hektare lahan gambut di Desa Sumber Agung, Bula Barat, Maluku. Api berangsur padam dan petugas tetap berjaga mengantisipasi kebakaran susulan.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Kebakaran Hutan
Polres SBT Tangani Kebakaran 10 Hektare Lahan Gambut di Bula Barat

SERAM BAGIAN TIMUR, MIMBARBANGSA.COM — Kepolisian Resor Seram Bagian Timur (Polres SBT) menangani kebakaran lahan gambut yang diperkirakan mencakup 10 hektare di Desa Administratif Sumber Agung, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026, dan mendorong pengerahan personel kepolisian ke lokasi. Satu unit kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) digunakan untuk membantu mengendalikan kobaran api. Hingga sore hari, api dilaporkan berangsur padam, tetapi pengawasan belum dihentikan.

Polisi Bergerak Setelah Menerima Laporan Warga

Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima kepolisian setelah warga mengetahui kemunculan api di kawasan lahan gambut. Informasi awal menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 12.35 WIT, tidak jauh dari jalan lintas antarkabupaten. Petugas kemudian bergerak untuk melakukan pemadaman dan membatasi kemungkinan api menjalar ke kawasan lain. Respons tersebut menjadi bagian penting dari upaya penanganan sejak laporan pertama diterima.

Kapolres SBT AKBP Ricky Pranata Vivaldy turun langsung memimpin penanganan di lokasi kebakaran. Menurut laporan media setempat, ia tiba sekitar pukul 13.10 WIT bersama sejumlah pejabat dan personel kepolisian. Kepolisian mengerahkan kendaraan AWC untuk mendukung penyemprotan air ke area yang terbakar. Pengerahan itu diarahkan untuk menekan penyebaran api sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas.

Laporan perkembangan hingga pukul 16.25 WIT pada Senin menunjukkan api mulai berangsur padam. Meski demikian, kondisi itu belum berarti seluruh potensi kebakaran susulan telah hilang. Personel Polsubsektor Banggoi tetap bersiaga untuk memantau area terdampak setelah pemadaman awal. Pengawasan ditujukan untuk mengantisipasi kemunculan titik api baru, terutama pada bagian lahan yang masih menyimpan panas.

Api Dilaporkan Muncul dari Dalam Lahan Gambut

Gambaran awal mengenai kebakaran diperoleh antara lain dari keterangan warga setempat bernama Hadi Jaya, berusia 47 tahun. Menurut keterangannya, api terlihat muncul dari dalam lahan gambut sebelum merambat ke sebagian areal hutan di sekitarnya. Pernyataan tersebut merupakan kesaksian awal tentang pergerakan api, bukan penetapan penyebab kebakaran. Hingga laporan yang diperiksa, penyebab pasti munculnya api belum dijelaskan secara resmi.

Lokasi kejadian diperkirakan berada sekitar 50 meter dari jalan lintas antarkabupaten di wilayah Bula Barat. Berdasarkan informasi awal, kawasan terbakar dilaporkan cukup jauh dari permukiman penduduk. Meski demikian, jarak dari rumah warga tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengawasi penyebaran api maupun asap. Petugas tetap perlu memastikan perubahan situasi di lapangan diketahui sebelum menimbulkan ancaman tambahan.

Perkiraan lahan yang terdampak mencapai sekitar 10 hektare berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian. Angka itu belum dapat diperlakukan sebagai hasil pengukuran akhir karena masih mungkin berubah setelah pemeriksaan lebih lanjut. Informasi yang tersedia juga belum merinci luas masing-masing bagian lahan gambut dan areal hutan yang terkena rambatan api. Karena itu, penyebutan luasan kebakaran harus tetap menggunakan keterangan perkiraan.

Kebakaran Gambut Berisiko Menyala Kembali

Lahan gambut memerlukan penanganan berbeda dari kebakaran vegetasi yang hanya tampak pada permukaan tanah. Kapolres mengingatkan bahwa bara dapat bertahan di lapisan bawah dan memicu api kembali meskipun kobaran terlihat mereda. Keadaan tersebut menjelaskan mengapa petugas masih melakukan pemantauan setelah situasi dinyatakan berangsur terkendali. Pengawasan menjadi penting karena perubahan di permukaan belum selalu menunjukkan keadaan lapisan gambut di bawahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menekankan pentingnya pemadaman yang dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan pada kebakaran gambut. Secara umum, bara di bawah permukaan dapat bertahan apabila penanganan berhenti setelah api yang terlihat berhasil ditekan. Karena itu, pemeriksaan ulang area terdampak merupakan bagian dari kewaspadaan dalam penanganan kebakaran jenis ini. Penjelasan BNPB tersebut merupakan pedoman umum, bukan laporan mengenai tindakan tambahan yang sudah dilakukan petugas di Sumber Agung.

Pedoman teknis pemerintah mengenai pemadaman di lahan gambut membedakan penanganan api pada permukaan dan di bawah permukaan. Metode serta peralatan yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi nyata, termasuk jenis kebakaran dan akses menuju titik api. Dalam peristiwa di Bula Barat, sarana yang terkonfirmasi digunakan kepolisian adalah satu unit kendaraan AWC. Belum ada rincian terverifikasi mengenai penggunaan alat khusus untuk menjangkau bara di lapisan gambut.

Ancaman Asap dan Pentingnya Pencegahan

Risiko lain dari kebakaran lahan adalah asap yang dapat mengganggu kesehatan apabila mencapai kawasan tempat masyarakat beraktivitas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa paparan asap kebakaran dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan pernapasan, dan memperburuk penyakit tertentu. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan paru atau jantung termasuk kelompok yang memerlukan perhatian lebih. Namun, belum tersedia data terverifikasi mengenai tingkat pencemaran udara atau keluhan kesehatan akibat kejadian di Sumber Agung.

WHO menganjurkan masyarakat mengikuti informasi otoritas setempat dan mengurangi paparan asap ketika kualitas udara memburuk. Langkah pencegahan dapat berupa membatasi kegiatan luar ruangan serta mencari pertolongan medis apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan. Anjuran tersebut bersifat umum dan perlu disesuaikan dengan kondisi udara yang benar-benar terpantau di suatu wilayah. Untuk kejadian ini, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa asap telah mengganggu seluruh kawasan Bula Barat.

Selain penanganan langsung, kepolisian meminta masyarakat ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Seram Bagian Timur. Kapolres mengimbau warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan lebih cepat. Imbauan ini menempatkan pelaporan dini sebagai langkah praktis untuk membatasi kebakaran sebelum merambat semakin luas.

Pesan serupa disampaikan jajaran Polda Maluku melalui Kepala Bidang Humas Kombes Pol Rositah Umasugi. Ia menekankan pentingnya laporan cepat dari warga ketika muncul api atau tanda kebakaran di lapangan. Keterlibatan masyarakat dinilai membantu petugas memperoleh informasi awal mengenai lokasi yang perlu ditangani. Upaya pencegahan tersebut relevan khususnya di kawasan gambut yang masih berisiko menyimpan bara setelah pemadaman.

Luas Akhir dan Penyebab Kebakaran Masih Perlu Dipastikan

Peristiwa ini memperlihatkan pentingnya membedakan keberhasilan mengurangi kobaran api dengan kepastian bahwa kebakaran telah benar-benar berakhir. Informasi yang tersedia mengonfirmasi pengerahan personel, penggunaan kendaraan AWC, dan pemantauan lanjutan oleh kepolisian. Namun, laporan yang diperiksa belum memuat hasil pengukuran final luas kebakaran atau keterangan resmi tentang penyebabnya. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan adanya unsur kesengajaan maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Sampai pembaruan yang dilaporkan pada Selasa, 20 Oktober 2026, fokus penanganan tetap pada pencegahan munculnya kembali api. Warga di sekitar lokasi diharapkan mengikuti perkembangan dari petugas dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat menambah risiko. Luas terdampak dan kondisi akhir lahan masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut apabila ada hasil pemeriksaan terbaru. Kejelasan itu penting agar publik memperoleh gambaran yang akurat tentang situasi kebakaran di Desa Administratif Sumber Agung.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan WA f X ➤
5 Menit Melek Hukum GABUNG