Rabu, 7 Oktober 2026 • 01:16 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari: Manfaat, Risiko, dan Cara Menggunakannya dengan Aman

Kecerdasan buatan semakin hadir dalam aktivitas sehari-hari. Kenali manfaat AI, berbagai risikonya, perlindungan data, serta cara menggunakannya secara aman dan bertanggung jawab.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Ilustrasi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia
Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari: Manfaat, Risiko, dan Cara Menggunakannya dengan Aman

NIAS SELATAN, MIMBARBANGSA.COM — Kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari semakin mudah ditemukan. Teknologi yang dahulu lebih banyak dikenal melalui penelitian atau perangkat canggih kini hadir dalam ponsel, mesin pencari, aplikasi belanja, layanan pelanggan, media sosial hingga berbagai perangkat digital yang digunakan masyarakat.

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada dasarnya merupakan teknologi yang memungkinkan sistem komputer melakukan tugas tertentu dengan memanfaatkan data dan metode komputasi. Penggunaannya dapat mencakup pengenalan pola, pemrosesan bahasa, pemberian rekomendasi, analisis informasi hingga pembuatan konten.

Kehadiran AI menawarkan banyak kemudahan. Namun, penggunaannya juga membawa risiko yang perlu dipahami. Persoalan privasi, keamanan data, informasi keliru, bias hingga ketergantungan terhadap teknologi menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.

Apa Itu Kecerdasan Buatan?

Dalam penggunaan sehari-hari, masyarakat tidak selalu menyadari bahwa mereka sedang berinteraksi dengan sistem yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Saat aplikasi memberikan rekomendasi video, peta menyarankan rute perjalanan, kamera ponsel memperbaiki kualitas gambar, layanan digital menyaring pesan spam atau pengguna meminta asisten AI membantu merangkum tulisan, terdapat proses komputasi yang dapat melibatkan teknologi AI.

Jenis dan kemampuan sistem tersebut berbeda-beda. Karena itu, istilah kecerdasan buatan tidak berarti seluruh aplikasi memiliki kemampuan yang sama atau dapat menggantikan keputusan manusia dalam setiap situasi.

AI sebaiknya dipahami sebagai alat yang dapat membantu manusia melakukan tugas tertentu dengan lebih cepat atau efisien.

Manfaat Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari

Salah satu manfaat yang paling mudah dirasakan adalah efisiensi. AI dapat membantu mengolah informasi dalam jumlah besar, menyusun ringkasan, memberikan rekomendasi, membantu pencarian informasi atau mengotomatisasi pekerjaan yang berulang.

Dalam pendidikan, teknologi ini dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menjelaskan konsep, membuat latihan belajar atau membantu pengguna mempelajari topik tertentu. Namun, hasil yang diberikan tetap perlu diperiksa, terutama untuk informasi akademik yang membutuhkan ketepatan sumber.

Di lingkungan kerja, AI dapat membantu membuat rancangan awal dokumen, menganalisis data, mengelompokkan informasi serta mendukung pekerjaan administratif.

Pelaku usaha juga dapat memanfaatkannya untuk membantu pelayanan pelanggan, pengelolaan informasi produk, analisis kebutuhan konsumen dan berbagai proses operasional lainnya.

Sementara di bidang ilmu pengetahuan, kesehatan dan pelayanan publik, penggunaan AI memiliki potensi yang lebih luas. Namun, semakin besar dampak suatu sistem terhadap kehidupan seseorang, semakin penting pula mekanisme pengawasan, keamanan dan pertanggungjawabannya.

Risiko AI yang Perlu Dipahami

Kemudahan menggunakan kecerdasan buatan tidak berarti setiap jawaban yang diberikan selalu benar.

Sistem AI dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat, kehilangan konteks atau memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan meskipun mengandung kesalahan. Karena itu, informasi penting mengenai kesehatan, hukum, keuangan, pendidikan maupun kepentingan publik sebaiknya tidak diterima begitu saja tanpa pemeriksaan tambahan.

Risiko lain berkaitan dengan data pribadi. Pengguna perlu berhati-hati sebelum memasukkan nomor identitas, informasi keuangan, dokumen rahasia, rekam kesehatan, kata sandi atau data pribadi orang lain ke dalam layanan digital.

Di Indonesia, pelindungan data pribadi telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Prinsip keamanan dan privasi juga menjadi bagian penting dalam pembahasan etika kecerdasan artifisial.

AI juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan atau memodifikasi teks, gambar, suara dan video. Teknologi tersebut mempunyai banyak penggunaan yang sah, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat informasi palsu, penipuan atau konten yang menyesatkan.

Karena itu, kemampuan memverifikasi informasi menjadi semakin penting.

AI Tidak Menghilangkan Pentingnya Peran Manusia

Salah satu prinsip penting dalam penggunaan kecerdasan buatan adalah mempertahankan kendali manusia.

Pengguna tetap perlu menentukan tujuan, menilai hasil dan mempertimbangkan dampak keputusan. AI dapat membantu menghasilkan rekomendasi atau analisis, tetapi tanggung jawab terhadap penggunaan hasil tersebut tidak otomatis berpindah kepada mesin.

Hal ini semakin penting ketika AI digunakan untuk keputusan yang dapat memengaruhi hak seseorang, pekerjaan, layanan publik, pendidikan, kesehatan atau kepentingan lainnya.

UNESCO dalam rekomendasi mengenai etika kecerdasan buatan menempatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia, martabat manusia, transparansi, keadilan dan pengawasan manusia sebagai bagian penting dari pengembangan dan penggunaan AI yang bertanggung jawab.

OECD juga menekankan pentingnya AI yang dapat dipercaya, aman, transparan serta memiliki mekanisme pertanggungjawaban.

Indonesia Memiliki Pedoman Etika Kecerdasan Artifisial

Indonesia telah memiliki Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.

Pedoman tersebut antara lain mengatur nilai etika dalam penyelenggaraan kecerdasan artifisial, termasuk aspek inklusivitas, kemanusiaan dan keamanan.

Keberadaan pedoman ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi, tetapi juga dengan cara teknologi dikembangkan dan digunakan secara bertanggung jawab.

Seiring perkembangan AI, kebijakan dan standar terkait teknologi ini juga dapat terus berkembang. Karena itu, masyarakat maupun pelaku usaha perlu mengikuti aturan terbaru yang berlaku.

Cara Menggunakan AI dengan Lebih Aman

Penggunaan AI dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana. Hindari memberikan informasi pribadi atau rahasia apabila tidak diperlukan. Periksa kembali jawaban AI sebelum menggunakannya untuk keputusan penting.

Untuk informasi faktual, bandingkan jawaban dengan sumber resmi atau sumber yang memiliki kredibilitas. Jika AI digunakan untuk membantu pekerjaan, pengguna juga perlu memastikan hasil akhirnya tidak melanggar hak orang lain, ketentuan perusahaan maupun aturan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat perlu membiasakan diri mempertanyakan asal informasi yang ditemukan di internet. Foto, rekaman suara maupun video yang terlihat meyakinkan belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.

Memanfaatkan AI Tanpa Kehilangan Sikap Kritis

Kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan manfaat besar ketika digunakan secara tepat. Teknologi ini dapat menjadi alat bantu untuk belajar, bekerja, berkomunikasi, mencari informasi hingga meningkatkan produktivitas.

Namun, AI bukan sumber kebenaran mutlak.

Manfaat teknologi akan jauh lebih besar apabila dibarengi dengan literasi digital, perlindungan data, kemampuan melakukan verifikasi dan kesadaran mengenai batas kemampuan sistem.

Pada akhirnya, kecerdasan buatan seharusnya membantu manusia mengambil keputusan yang lebih baik, bukan menggantikan kehati-hatian, tanggung jawab dan penilaian manusia.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan WA f X ➤
5 Menit Melek Hukum GABUNG
×
Pasang MIMBAR BANGSA

Android/Chrome: ketuk menu ⋮, lalu pilih Instal aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

iPhone/Safari: ketuk Bagikan, lalu pilih Tambahkan ke Layar Utama.