J
KAMUS HUKUM MIMBAR HUKUM

Juru Sita Pengadilan Agama

Acara & Peradilan›Peradilan Agama

Definisi lengkap, dasar hukum, contoh penerapan, putusan, prosedur, dan relasi untuk memahami istilah hukum Indonesia secara praktis.

1 ViewsHuruf J
Juru Sita Pengadilan Agama

Juru Sita Pengadilan Agama merupakan istilah penting dalam hukum peradilan agama. Entri ini membantu pembaca memahami pengertian, ruang lingkup, dasar hukum, contoh hipotetis, istilah terkait, dan konteks penerapannya dalam hukum Indonesia.

Pengertian Singkat

Juru Sita Pengadilan Agama merupakan istilah penting dalam hukum peradilan agama. Entri ini membantu pembaca memahami pengertian, ruang lingkup, dasar hukum, contoh hipotetis, istilah terkait, dan konteks penerapannya dalam hukum Indonesia.

Definisi Lengkap

Berikut pengertian Juru Sita Pengadilan Agama serta konteks penggunaannya dalam sistem hukum Indonesia.

Juru Sita Pengadilan Agama adalah istilah dalam hukum peradilan agama yang menjelaskan aspek mengenai pengadilan agama, pengadilan tinggi agama, hakim, panitera, juru sita, kompetensi, perkara keluarga dan ekonomi syariah, banding, serta pengangkatan hakim yang berkaitan dengan juru sita pengadilan agama.

Penjelasan ini merupakan uraian editorial berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009. Untuk penerapan pada perkara atau keadaan tertentu, pengertian harus dibaca bersama rumusan pasal yang berlaku, perubahan peraturan, peraturan pelaksana, putusan pengadilan yang relevan, dan fakta konkret.

Unsur / Syarat Hukum PREMIUM

Analisis unsur tersedia untuk Member Premium.Buka Premium →

Penjelasan Dasar Hukum PREMIUM

Penjelasan pasal dan relevansinya tersedia di Premium.Buka Premium →

Contoh

Contoh berikut bersifat ilustratif untuk membantu memahami penerapan Juru Sita Pengadilan Agama dalam situasi yang mungkin terjadi.

01

Contoh Penerapan

Contoh hipotetis — Dalam suatu keadaan yang tunduk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, terdapat fakta yang berkaitan dengan juru sita pengadilan agama. Apabila unsur, persyaratan, kewenangan, prosedur, hak, kewajiban, atau larangan yang ditentukan hukum terpenuhi, keadaan tersebut dapat dianalisis menggunakan konsep Juru Sita Pengadilan Agama.

Contoh ini bersifat hipotetis untuk pendidikan hukum dan bukan pendapat hukum atas perkara tertentu. Kasus nyata harus dianalisis berdasarkan naskah hukum yang berlaku dan fakta konkret.

Yang Bukan Termasuk PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Akibat Hukum PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Hak dan Kewajiban PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Apa yang Harus Dilakukan? PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Dokumen yang Dibutuhkan PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Putusan / Yurisprudensi PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Perbedaan dengan Istilah Lain PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Istilah Terkait

Beberapa istilah hukum berikut memiliki hubungan dengan Juru Sita Pengadilan Agama dan dapat membantu memperluas pemahaman pembaca.

Sumber Resmi

Rujukan resmi yang digunakan untuk memeriksa dan menyusun istilah hukum ini.

FAQ

Berikut pertanyaan yang sering diajukan mengenai Juru Sita Pengadilan Agama beserta jawaban ringkasnya.

QApa yang dimaksud dengan Juru Sita Pengadilan Agama?
A

Juru Sita Pengadilan Agama pada pokoknya merupakan istilah dalam hukum peradilan agama yang berkaitan dengan juru sita pengadilan agama.

QApa dasar hukum Juru Sita Pengadilan Agama?
A

Rujukan utama entri ini adalah Ketentuan kelembagaan, kewenangan, dan penyelenggaraan Peradilan Agama terkait — Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009.

QApakah pengertian Juru Sita Pengadilan Agama selalu sama dalam semua peraturan?
A

Tidak selalu. Entri ini menjelaskan Juru Sita Pengadilan Agama dalam konteks Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009; peraturan pelaksana atau aturan sektor lain dapat memberikan rincian tambahan.

QMengapa Juru Sita Pengadilan Agama penting dipahami?
A

Istilah ini membantu memahami pengadilan agama, pengadilan tinggi agama, hakim, panitera, juru sita, kompetensi, perkara keluarga dan ekonomi syariah, banding, serta pengangkatan hakim yang relevan dalam Hukum Peradilan Agama.

QBagaimana menerapkan pengertian Juru Sita Pengadilan Agama pada kasus nyata?
A

Cocokkan pengertian dengan rumusan norma yang berlaku dan fakta konkret. Contoh Kamus Hukum bersifat hipotetis dan tidak menggantikan analisis hukum profesional.

Riwayat Pembaruan

  • 30 September 2026 — Struktur diperbarui ke MBG MBG MBG MASTER TEMPLATE ISTILAH HUKUM V2 dan dilengkapi melalui Quality Audit & Mass Upgrade Engine.

Status mutu: 100% · PREMIUM-READY

Jelajahi Huruf JIstilah hukum lainnya
Lihat semua →
📚
INDEKS HUKUM (A–Z)Jelajahi seluruh istilah hukum berdasarkan abjad
Lihat Indeks →
Jelajahi KategoriAcara & Peradilan →
Tags
Hukum IndonesiaHukum Peradilan AgamaJuru Sita Pengadilan AgamaPeradilan Agama

Diskusi & Komentar

Ada pertanyaan atau pendapat mengenai Juru Sita Pengadilan Agama? Sampaikan di sini.

Catatan edukasi: uraian ini membantu memahami konsep hukum secara umum. Penerapan pada perkara konkret dapat berbeda menurut fakta, alat bukti, status peraturan, putusan pengadilan, serta kewenangan lembaga yang menangani.