Jumat, 9 Oktober 2026 • 23:59 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Sekolah Gratis 2027, Menkeu Suahasil Siapkan Penataan Anggaran Rp824 Triliun

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan penataan anggaran pendidikan 2027 sebesar Rp824 triliun untuk mendukung rencana perluasan sekolah gratis.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan anggaran pendidikan dan rencana sekolah gratis 2027.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan perkembangan pengelolaan anggaran negara dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

JAKARTA, MIMBARBANGSA.COM — Rencana pemerintah memperluas program sekolah gratis pada 2027 memasuki tahap penataan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah sedang menyusun kembali penggunaan anggaran pendidikan yang mencapai Rp824 triliun pada tahun depan. Penataan tersebut diharapkan dapat mendukung perluasan akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di Indonesia. Namun, pemerintah belum mengumumkan keputusan final mengenai cakupan dan tahapan pelaksanaan pendidikan gratis untuk seluruh jenjang.

Penjelasan itu disampaikan Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Ia mengungkapkan bahwa besarnya anggaran pendidikan perlu diikuti pengaturan belanja yang tepat agar berbagai kebutuhan dapat dibiayai secara seimbang. Kebutuhan tersebut tidak terbatas pada bantuan kepada siswa dan mahasiswa, tetapi juga mencakup tenaga pendidik serta pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan. Pemerintah karena itu masih mengevaluasi desain pembiayaan sebelum memastikan rincian program yang akan dijalankan pada 2027.

Suahasil menegaskan bahwa anggaran pendidikan tahun depan menjadi dasar pembahasan mengenai perluasan layanan pendidikan gratis. Pemerintah tidak hanya menghitung jumlah dana, tetapi juga mengevaluasi bagaimana anggaran tersebut digunakan untuk menghasilkan manfaat pendidikan yang lebih besar. Dalam pembahasan itu, pembiayaan pendidikan harus memperhatikan kebutuhan antarkelompok penerima serta perbedaan kondisi sekolah dan perguruan tinggi. Dengan demikian, anggaran yang tersedia diharapkan mampu mendukung pemerataan akses tanpa mengabaikan kualitas layanan pendidikan.

Anggaran Pendidikan Rp824 Triliun Sedang Ditata

Pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan sekitar Rp824 triliun untuk 2027, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan dalam konferensi pers terbaru. Nilai tersebut menjadi perhatian karena pemerintah juga sedang mengkaji rencana perluasan pembiayaan sekolah gratis hingga pendidikan tinggi negeri. Meskipun nilainya sangat besar, anggaran tersebut tidak seluruhnya dapat dianggap sebagai dana khusus sekolah gratis. Dana pendidikan juga harus digunakan untuk membiayai berbagai program, operasional, peningkatan kualitas, dan kebutuhan tenaga pendidik yang telah menjadi tanggung jawab pemerintah.

Penataan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan tiga jalur utama pembiayaan pendidikan dalam APBN. Jalur tersebut meliputi belanja pemerintah pusat, Transfer ke Daerah (TKD), serta dana abadi dan pembiayaan pendidikan. Setiap jalur memiliki fungsi berbeda dalam mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan di tingkat nasional maupun daerah. Pembagian yang tepat diperlukan agar program baru tidak mengganggu kesinambungan pembiayaan pendidikan yang sudah berjalan.

Melalui belanja pemerintah pusat, anggaran pendidikan antara lain mendukung Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), revitalisasi sekolah, dan Sekolah Unggul Garuda. Pemerintah juga menyediakan alokasi Rp19,3 triliun untuk program Sekolah Rakyat melalui Kementerian Sosial. Berbagai program tersebut memiliki sasaran dan mekanisme pelaksanaan yang tidak seluruhnya sama dengan rencana perluasan sekolah gratis. Karena itu, penyusunan anggaran harus memperhitungkan kewajiban program yang telah berjalan sekaligus ruang pembiayaan untuk kebijakan pendidikan berikutnya.

Apakah Sekolah Gratis Berlaku Mulai 2027?

Wacana perluasan pendidikan gratis sebelumnya telah dibahas pemerintah dalam rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 23 September 2026. Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kementerian terkait menghitung kebutuhan dan menyusun skema perluasan layanan pendidikan dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi negeri. Arahan tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai pembagian biaya antara berbagai komponen anggaran pendidikan. Akan tetapi, adanya arahan penyusunan skema belum berarti seluruh jenjang pendidikan otomatis digratiskan secara serentak pada awal 2027.

Pemerintah masih perlu menjelaskan bagaimana rencana itu diterapkan terhadap sekolah negeri, pendidikan swasta, dan perguruan tinggi dengan karakteristik pembiayaan yang berbeda. Untuk pendidikan tinggi negeri, penghitungan kebutuhan anggaran sebelumnya juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto. Perhitungan tersebut penting karena biaya pendidikan tinggi mencakup kebutuhan operasional, pembelajaran, penelitian, dan pelayanan akademik. Sampai ada ketentuan pelaksanaan yang lebih terperinci, masyarakat perlu membedakan rencana perluasan pendidikan gratis dari kebijakan yang telah berlaku.

Di sisi lain, pernyataan Suahasil mengenai anggaran pendidikan sempat dikaitkan dengan informasi keliru tentang pemberlakuan kembali uang sekolah. Kementerian Komunikasi dan Digital pada 8 Oktober 2026 membantah narasi yang menyebut Suahasil menyatakan sekolah negeri akan kembali memungut SPP mulai 2027. Pemerintah menjelaskan bahwa tidak adanya tambahan anggaran khusus bukan berarti layanan sekolah negeri gratis akan dihentikan. Anggaran pendidikan yang telah disiapkan tetap menjadi dasar pembiayaan layanan tersebut, sementara rencana perluasannya masih dibahas.

Pemerintah Ingin Kualitas Pendidikan Ikut Meningkat

Selain membicarakan akses pendidikan, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas sebagai salah satu tujuan utama penataan anggaran. Suahasil menjelaskan bahwa besarnya belanja pendidikan harus menghasilkan perkembangan yang dapat diukur melalui capaian pembelajaran dan kualitas lulusan. Pemerintah juga menaruh perhatian pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA), yang digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam sejumlah bidang pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan kebijakan pendidikan tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran atau jumlah penerima bantuan semata.

Dalam pelaksanaannya, pemerataan kesempatan belajar memerlukan dukungan fasilitas pendidikan yang layak dan tenaga pendidik yang memadai. Sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana membutuhkan perhatian berbeda dibandingkan lembaga pendidikan dengan fasilitas relatif lengkap. Karena itu, penataan anggaran perlu memperhitungkan kebutuhan daerah agar manfaat kebijakan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Tantangan pemerataan tersebut menjadi penting ketika pemerintah ingin memperluas pendidikan gratis bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Realisasi Anggaran Pendidikan 2026 Jadi Gambaran

Kementerian Keuangan juga melaporkan realisasi penyaluran anggaran pendidikan mencapai Rp574,2 triliun hingga 30 September 2026. Angka tersebut meningkat 39,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp411,7 triliun. Dana pendidikan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bantuan kepada peserta didik, kesejahteraan pendidik, serta operasional dan perbaikan fasilitas pendidikan. Data realisasi tersebut memberikan gambaran besarnya tanggung jawab pembiayaan yang harus dikelola pemerintah sebelum memasuki tahun anggaran berikutnya.

Rencana perluasan sekolah gratis pada akhirnya akan sangat bergantung pada kejelasan skema pembiayaan, sasaran penerima manfaat, dan tahapan implementasi. Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya mengurangi beban biaya pendidikan masyarakat, tetapi juga menjaga mutu pembelajaran secara berkelanjutan. Hingga 9 Oktober 2026, pernyataan resmi yang telah disampaikan menekankan penataan anggaran pendidikan sebesar Rp824 triliun, bukan pengumuman pelaksanaan serentak sekolah gratis pada semua jenjang. Masyarakat masih perlu menunggu ketentuan lanjutan pemerintah mengenai ruang lingkup dan jadwal penerapan program tersebut.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan WA f X ➤
5 Menit Melek Hukum GABUNG
×
Pasang MIMBAR BANGSA

Android/Chrome: ketuk menu ⋮, lalu pilih Instal aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

iPhone/Safari: ketuk Bagikan, lalu pilih Tambahkan ke Layar Utama.