SORONG SELATAN, MIMBARBANGSA.COM — Speedboat milik Pemerintah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengalami kebocoran saat berlayar di perairan Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, hingga sempat dilaporkan tenggelam pada Senin (12/10/2026). Kapal cepat bermesin 250 PK tersebut membawa 10 orang, termasuk pejabat pemerintah daerah dan anggota legislatif, yang sebelumnya sempat dilaporkan dalam pencarian. Namun, kepolisian memastikan seluruh penumpang ditemukan dalam keadaan selamat setelah kapal berhasil menepi di sekitar Kampung Siri-siri, Distrik Inanwatan. Informasi terbaru itu sekaligus meluruskan laporan awal yang menyebut kapal tenggelam bersama rombongannya.
Kapolres Sorong Selatan AKBP Praja Gandha Wiratama menjelaskan bahwa kapal mengalami kebocoran ketika berada dalam perjalanan menuju Kabupaten Fakfak. Nakhoda mengambil keputusan untuk mencari tempat berlindung dengan mengarahkan speedboat ke kawasan pesisir Kampung Siri-siri. Langkah tersebut memungkinkan seluruh penumpang mencapai daratan sebelum situasi berkembang menjadi lebih berbahaya. Setelah menerima informasi mengenai rombongan yang sempat hilang kontak, personel Polsek Inanwatan bergerak memastikan keadaan penumpang dan kapal.
Hasil pengecekan aparat menunjukkan seluruh penumpang berada dalam keadaan selamat, sedangkan speedboat ditemukan mengalami kebocoran. Kepastian itu disampaikan setelah sebelumnya beredar informasi mengenai dugaan tenggelamnya kapal di perairan Sorong Selatan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kapal tidak sampai tenggelam sebagaimana disebut dalam laporan awal. Penumpang kemudian menunggu bantuan untuk proses penjemputan dan kelanjutan perjalanan menuju daerah tujuan.
Kapal Berangkat dari Sorong Membawa Jenazah
Keterangan kepolisian mengungkap bahwa rombongan tersebut sedang dalam perjalanan mengantarkan jenazah seorang staf DPRD Kabupaten Fakfak. Kapal bertolak dari Kota Sorong pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIT dengan tujuan Kampung Kokas, Kabupaten Fakfak. Jenazah yang dibawa diketahui bernama Ida Aulia Haremba, yang disebut sebagai salah satu staf DPRD Fakfak. Perjalanan itu dilakukan menggunakan speedboat milik pemerintah daerah yang juga ditumpangi sejumlah pejabat dan anggota legislatif.
Ketika melintasi perairan Sorong Selatan pada Minggu malam, kapal mengalami gangguan akibat kebocoran di bagian badan kapal. Menurut informasi yang disampaikan Kapolres, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat sebelum nakhoda memutuskan mencari perlindungan di daratan. Rombongan kemudian berada di kawasan Kampung Siri-siri, Distrik Inanwatan, sambil menunggu pertolongan untuk melanjutkan perjalanan. Kondisi kapal dan terputusnya komunikasi sempat menyebabkan keberadaan para penumpang dilaporkan belum diketahui.
Pada Senin pagi, informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong menyebut speedboat tersebut mengalami kecelakaan dan diduga tenggelam. Laporan awal mencantumkan waktu kejadian sekitar pukul 05.45 WIT dan diterima petugas pada pukul 08.40 WIT. Berdasarkan informasi tersebut, tim penyelamat mengerahkan personel serta sarana pencarian menuju lokasi yang dilaporkan. Perbedaan antara waktu kejadian dalam laporan awal dan penjelasan kepolisian kemudian menjadi bagian penting dalam memperbarui kronologi kecelakaan.
Sepuluh Penumpang Termasuk Pejabat dan Legislator
Daftar penumpang yang diterima petugas SAR memuat sejumlah nama dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak dan lembaga legislatif. Di antaranya terdapat Penjabat Sekretaris Daerah Fakfak Aroby Hindom dan Asisten I Pemerintah Kabupaten Fakfak Arif Rumagesan. Selain itu, terdapat anggota legislatif Papua Barat Badarudin Heremba serta anggota DPRK Fakfak Wa Ode Sahara. Kehadiran para pejabat tersebut membuat informasi mengenai kecelakaan kapal mendapat perhatian luas sejak laporan awal diterima petugas.
Penumpang lainnya meliputi Kepala Bagian Umum Pemerintah Kabupaten Fakfak Kris Ubra serta dua staf yang disebut bernama Kokter dan Fiky Gredenggo. Nama Harun Serbunit tercatat sebagai pengemudi speedboat dalam daftar yang dipublikasikan berdasarkan informasi awal petugas SAR. Dua nama lainnya ialah Anawiah IHA dan M. Ali Heremba, sehingga jumlah keseluruhan penumpang yang tercatat mencapai 10 orang. Kepolisian kemudian mengonfirmasi bahwa kesepuluh orang tersebut selamat setelah rombongan ditemukan di kawasan pesisir Inanwatan.
Selain memastikan keselamatan penumpang, aparat juga memberikan perhatian terhadap jenazah yang dibawa dalam perjalanan tersebut. Kasat Polair Polres Sorong Selatan Iptu Asmara Jaya menyampaikan bahwa jenazah telah dievakuasi dari speedboat yang mengalami kebocoran. Rombongan selanjutnya menunggu bantuan transportasi agar dapat meneruskan perjalanan menuju Kampung Kokas. Sampai keterangan kepolisian disampaikan, proses penjemputan masih direncanakan dengan bantuan unsur penyelamat.
Tim SAR Sempat Bergerak Melakukan Pencarian
Sebelum kondisi seluruh penumpang dipastikan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Sorong telah melakukan respons terhadap laporan kecelakaan laut tersebut. Kepala Bagian Operasi KPP Sorong, Hidayat, menerangkan bahwa tim penyelamat bergerak pada Senin sekitar pukul 09.00 WIT menuju lokasi kejadian. Operasi tersebut didukung personel penyelamat dan kapal RB 221 untuk menjangkau kawasan perairan yang dilaporkan sebagai titik kecelakaan. Pengerahan tim dilakukan ketika informasi awal masih menyebut 10 orang berada dalam pencarian.
Kondisi perairan menjadi salah satu perhatian petugas selama mempersiapkan operasi penyelamatan. Berdasarkan informasi cuaca yang diterima KPP Sorong, jarak pandang diperkirakan sekitar lima kilometer akibat kabut asap. Angin dilaporkan bertiup dengan kecepatan 18 hingga 24 knot, sedangkan tinggi gelombang berada dalam kisaran 0,5 hingga dua meter. Informasi cuaca tersebut digunakan untuk memperhitungkan keselamatan petugas serta kebutuhan sarana pencarian di laut.
Perkembangan berikutnya diperoleh setelah personel Polsek Inanwatan berhasil menemukan rombongan di sekitar Kampung Siri-siri. Temuan tersebut memperjelas bahwa kapal telah menepi akibat kebocoran dan bukan tenggelam di tengah perairan. Informasi dari kepolisian juga mengakhiri ketidakpastian mengenai keselamatan seluruh penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak. Dengan adanya konfirmasi tersebut, perhatian penanganan beralih pada bantuan transportasi dan pemeriksaan penyebab kebocoran kapal.
Penyebab Kebocoran Masih Diselidiki
Kasat Polair Polres Sorong Selatan Iptu Asmara Jaya menyatakan bahwa penyebab kebocoran speedboat belum dapat dipastikan. Aparat masih mendalami kondisi kapal dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan perjalanan rombongan terhenti sebelum mencapai Kabupaten Fakfak. Karena proses pemeriksaan masih berlangsung, belum terdapat kesimpulan resmi mengenai faktor teknis ataupun kondisi lain yang memicu kebocoran. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kecelakaan berdasarkan dugaan yang belum diperiksa.
Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya ketepatan informasi dalam penanganan kecelakaan laut. Laporan awal yang menyebut kapal tenggelam dan penumpangnya hilang kemudian diperbarui setelah kepolisian memperoleh kepastian langsung dari lokasi. Perbedaan informasi semacam ini perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat dan keluarga penumpang tidak memperoleh gambaran yang keliru. Verifikasi lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa informasi yang disebarluaskan sesuai dengan perkembangan sebenarnya.
Dengan ditemukannya seluruh penumpang dalam keadaan selamat, kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya korban jiwa dalam kecelakaan speedboat Pemkab Fakfak akhirnya dapat diredakan. Meski demikian, proses penanganan belum sepenuhnya selesai karena rombongan masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan perjalanan dan penyebab kebocoran masih diperiksa. Kepastian mengenai kondisi teknis kapal serta hasil pemeriksaan aparat diharapkan menjadi dasar evaluasi keselamatan pelayaran berikutnya. Perkembangan lanjutan tetap perlu mengacu pada keterangan resmi pihak kepolisian, petugas penyelamat, dan pemerintah daerah terkait.






Komentar
0 tanggapan