Rabu, 14 Oktober 2026 • 18:40 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Sempat Hilang Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Ditemukan Selamat

Nelayan asal Lahusa, Nias Selatan, Bezanolo Amazihono alias Ama Putra, ditemukan selamat setelah perahunya mengalami kerusakan saat melaut.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Nelayan Hilang ditemukan
Sempat Hilang Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Ditemukan Selamat

NIAS SELATAN, MIMBARBANGSA.COM — Seorang nelayan asal Desa Sinar Baru Daro-Daro, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat tidak kembali dari aktivitas melaut. Nelayan bernama Bezanolo Amazihono, yang akrab disapa Ama Putra, ditemukan pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Sebelumnya, pihak keluarga mengkhawatirkan keselamatannya karena ia tidak pulang sesuai jadwal pada Senin (12/10/2026). Berdasarkan catatan lapangan yang diterima MIMBARBANGSA.COM, keterlambatan tersebut dipicu kerusakan pada perahu yang digunakannya untuk mencari ikan.

Bezanolo diketahui berangkat melaut seorang diri pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Ia seharusnya sudah kembali ke rumah pada hari yang sama, sekitar pukul 18.00 WIB, sebagaimana jadwal kepulangannya. Namun, hingga waktu yang diharapkan berlalu, nelayan tersebut belum juga tiba di rumah sehingga menimbulkan kekhawatiran keluarga. Kondisi itu akhirnya mendorong pihak keluarga menyampaikan laporan kepada aparat kepolisian setempat agar keberadaan Bezanolo dapat segera diketahui.

Kerusakan Perahu Jadi Penyebab Nelayan Tak Kunjung Pulang

Informasi yang diperoleh dari hasil penelusuran lapangan menunjukkan bahwa Bezanolo mengalami kendala teknis ketika berada di laut. Poros baling-baling atau propeller pada perahu yang dikemudikannya dilaporkan mengalami kerusakan mendadak sehingga mesin tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kerusakan tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan perjalanan pulang sesuai waktu yang telah direncanakan. Keadaan semakin menyulitkan karena ia tidak membawa perlengkapan perbaikan darurat yang dapat digunakan untuk menangani kerusakan tersebut.

Dalam kondisi perahu tidak dapat dioperasikan secara normal, Bezanolo terpaksa bertahan di tengah laut sambil menunggu kemungkinan adanya bantuan yang melintas. Situasi ini berlangsung ketika pihak keluarga di darat belum mengetahui secara pasti kendala yang sedang dialaminya. Keterlambatan yang semakin panjang menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatannya, terutama karena ia diketahui pergi melaut tanpa pendamping. Meski demikian, catatan lapangan tidak menjelaskan secara terperinci kondisi cuaca, jarak perahu dari daratan, maupun posisi geografis tempat nelayan tersebut mengalami kerusakan mesin.

Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana gangguan pada satu komponen perahu dapat memengaruhi keselamatan perjalanan nelayan yang bekerja seorang diri. Kerusakan poros baling-baling tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga membatasi kemampuan nelayan untuk kembali ke daratan menggunakan tenaga mesin. Tanpa perlengkapan perbaikan darurat, pilihan yang tersedia bagi nelayan dalam situasi seperti ini menjadi semakin terbatas. Dalam kejadian yang dialami Bezanolo, penantian terhadap bantuan menjadi bagian dari upayanya menghadapi kendala tersebut hingga akhirnya ditemukan selamat.

Polsek Lahusa Berkoordinasi dengan Warga

Setelah menerima laporan mengenai Bezanolo yang belum kembali, personel Kepolisian Sektor Lahusa melakukan tindak lanjut dengan melibatkan masyarakat setempat. Aparat kepolisian berkoordinasi bersama warga untuk mengupayakan pencarian sekaligus penjemputan terhadap nelayan yang belum diketahui keberadaannya itu. Keterlibatan warga menjadi bagian dari upaya bersama dalam merespons laporan keadaan darurat yang dialami masyarakat pesisir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan Bezanolo dan mengupayakan agar ia dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Berdasarkan catatan lapangan, personel kepolisian bersama warga berhasil menemukan Bezanolo dalam keadaan selamat beserta perahu yang digunakannya untuk melaut. Penemuan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran mengenai keberadaan nelayan yang sebelumnya tidak kunjung pulang sesuai jadwal. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan titik penemuan secara spesifik maupun tahapan teknis penjemputan yang dilakukan setelah nelayan itu ditemukan.

Keberhasilan menemukan Bezanolo memperlihatkan pentingnya komunikasi antara keluarga nelayan, aparat kepolisian, dan masyarakat di wilayah pesisir. Laporan keluarga menjadi dasar bagi aparat setempat untuk melakukan koordinasi pencarian setelah nelayan tersebut melewati waktu kepulangan yang diharapkan. Dalam peristiwa ini, respons tersebut berujung pada penemuan seorang nelayan yang mengalami kesulitan akibat kerusakan perahu. Informasi mengenai adanya korban luka, tindakan medis, atau pemeriksaan kesehatan lanjutan tidak tercantum dalam catatan lapangan yang diterima redaksi.

Kapolsek Lahusa Ingatkan Pentingnya Keselamatan Melaut

Kapolsek Lahusa, Ipda Yudhi Andhika, S.T., M.M., menyampaikan bahwa penanganan laporan tersebut merupakan bagian dari respons kepolisian dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan para nelayan agar lebih memperhatikan kesiapan sebelum berangkat mencari ikan di laut. Menurut imbauannya, pemeriksaan kondisi perahu serta mesin merupakan langkah penting untuk mengurangi potensi gangguan selama perjalanan. Selain itu, ketersediaan perlengkapan darurat dan sarana komunikasi perlu menjadi perhatian, terutama bagi nelayan yang melaut seorang diri.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Pastikan kondisi perahu dan mesin dalam keadaan baik, siapkan peralatan darurat, serta bawa alat komunikasi apabila memungkinkan,” ujar Yudhi Andhika, Selasa (13/10/2026).

Peringatan tersebut disampaikan menyusul kejadian yang dialami Bezanolo ketika perahunya mengalami kerusakan saat berada di laut. Kapolsek juga mengingatkan para pekerja perairan agar segera membangun komunikasi atau mengupayakan penyampaian sinyal darurat apabila menghadapi kendala. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi mengenai kondisi dan kebutuhan pertolongan dapat diterima lebih cepat oleh pihak yang berpotensi memberikan bantuan. Dengan komunikasi yang lebih baik, proses pencarian maupun evakuasi diharapkan dapat dilakukan tanpa keterlambatan yang tidak diperlukan.

Keselamatan Nelayan Perlu Menjadi Perhatian Bersama

Kasus Bezanolo menjadi pengingat bahwa kesiapan teknis perahu merupakan bagian penting dari keselamatan aktivitas penangkapan ikan. Komponen penggerak, termasuk poros baling-baling, perlu mendapat perhatian karena kerusakannya dapat menyebabkan perahu kehilangan kemampuan bergerak menggunakan mesin. Pemeriksaan sebelum keberangkatan juga perlu disertai kesiapan menghadapi keadaan darurat yang mungkin terjadi selama perjalanan. Langkah pencegahan tersebut menjadi semakin relevan bagi nelayan yang menjalankan aktivitasnya tanpa awak tambahan.

Selain kondisi perahu, komunikasi dengan keluarga sebelum dan selama melaut juga memiliki peranan penting dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Informasi mengenai waktu keberangkatan dan perkiraan kepulangan dapat membantu keluarga mengenali lebih awal apabila terjadi keterlambatan yang tidak biasa. Ketika nelayan tidak dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui, penyampaian laporan kepada pihak berwenang dapat menjadi langkah awal untuk meminta bantuan. Pengalaman yang dialami keluarga Bezanolo menunjukkan bagaimana kekhawatiran akibat keterlambatan pulang akhirnya ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kepolisian dan warga.

Kepolisian juga mengajak masyarakat pesisir untuk terus membangun kerja sama dalam menghadapi potensi keadaan darurat di wilayah perairan. Warga diimbau tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya situasi yang dapat mengancam keselamatan nelayan atau masyarakat lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kemampuan masyarakat dan aparat dalam merespons laporan secara cepat serta sesuai kebutuhan di lapangan. Dalam kejadian di Lahusa ini, keterlibatan kepolisian dan warga menjadi bagian penting dari proses pencarian yang berakhir dengan ditemukannya nelayan dalam keadaan selamat.

Bagi keluarga, kepastian bahwa Bezanolo telah ditemukan selamat mengakhiri ketidakpastian mengenai keberadaannya sejak ia tidak pulang pada Senin malam. Bagi masyarakat pesisir, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kerusakan teknis dapat menimbulkan keadaan darurat bahkan dalam aktivitas melaut yang biasa dilakukan. Kesiapan perahu, perlengkapan keselamatan, dan komunikasi menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperhatikan sebelum melakukan perjalanan ke laut. Peristiwa tersebut sekaligus menegaskan pentingnya laporan cepat dan koordinasi antara warga dengan aparat ketika seorang nelayan tidak kembali sesuai waktu yang diperkirakan.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan WA f X ➤
5 Menit Melek Hukum GABUNG