Selasa, 27 Oktober 2026 • 19:31 WIB
Dari Rakyat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik
BERITA TERKINI ⚡

Menkomdigi Apresiasi Cek Kesehatan Gratis bagi Wartawan Senior, Tekankan Pentingnya Tindak Lanjut

Menkomdigi Meutya Hafid mengapresiasi CKG bagi wartawan senior. Pemeriksaan menemukan sejumlah peserta dengan hipertensi dan kebutuhan penanganan lanjutan.

Dengarkan Berita Siap membacakan artikel ini.
0 dari 0 bagian
Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi wartawan senior di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan sambutan dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi wartawan senior di Jakarta, Senin (26/10/2026). Foto: Humas Kemkomdigi melalui InfoPublik.

JAKARTA, MIMBARBANGSA.COM — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengapresiasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior yang digelar Kementerian Kesehatan bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Meutya menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tidak boleh berhenti pada kegiatan deteksi dini. Peserta yang ditemukan memiliki masalah kesehatan perlu memperoleh tindak lanjut agar program tersebut memberikan manfaat nyata.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, itu diikuti para wartawan senior dari berbagai kalangan. Berdasarkan keterangan Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi, sebanyak 175 peserta tercatat dalam daftar pendaftaran kegiatan.

Menkomdigi Tekankan Pentingnya Pemeriksaan dan Penanganan Lanjutan

Meutya menilai layanan pemeriksaan kesehatan sangat relevan bagi wartawan senior yang selama menjalankan profesinya kerap menghadapi tekanan pekerjaan, tenggat waktu pemberitaan, serta aktivitas yang menyita perhatian.

Menurutnya, kesibukan sebagai jurnalis dapat membuat seseorang kurang memperhatikan kondisi kesehatan pribadi. Situasi tersebut menjadi alasan pentingnya penyediaan layanan pemeriksaan yang mudah dijangkau.

Meutya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan SWSI atas kerja sama menyelenggarakan kegiatan tersebut. Namun, ia juga menyoroti pentingnya perhatian medis setelah pemeriksaan awal dilakukan.

“Justru tindak lanjut ini yang membuat CKG menjadi penting,” ujar Meutya, sebagaimana disampaikan dalam keterangan yang dimuat InfoPublik, Senin (26/10/2026).

Ia berharap peserta yang memerlukan pemeriksaan tambahan atau pengobatan mendapatkan arahan pelayanan kesehatan sesuai kondisi masing-masing.

Perhatian terhadap kesehatan wartawan senior, menurut Meutya, berkaitan pula dengan kesempatan mereka untuk terus berkarya dan menyumbangkan pengalaman bagi perkembangan dunia pers Indonesia.

Pemeriksaan Temukan Peserta dengan Hipertensi

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh akses ke sejumlah layanan kesehatan, antara lain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, deteksi risiko tuberkulosis dan hepatitis, serta konsultasi dokter.

Tersedia pula pemeriksaan tertentu untuk mendeteksi risiko penyakit jantung dan kanker serviks, dengan jenis pemeriksaan disesuaikan kebutuhan serta ketentuan layanan.

Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi mengungkapkan bahwa pemeriksaan menemukan sejumlah wartawan senior mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Berdasarkan laporan peliputan IDN Times, Wahyu juga menyoroti temuan gangguan penglihatan, termasuk katarak, pada beberapa peserta.

Temuan itu mendorong perlunya pemeriksaan tambahan dan penanganan medis bagi peserta yang membutuhkan. Namun, jumlah keseluruhan peserta dengan masing-masing kondisi kesehatan belum dirinci secara resmi dalam sumber yang diperiksa.

Wahyu berharap wartawan senior yang memerlukan perawatan lanjutan dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif.

Dalam pemberitaan ANTARA, Wahyu juga menyatakan kesiapan membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan selama satu tahun bagi anggota SWSI yang kepesertaannya tidak aktif. Pernyataan tersebut merupakan komitmen yang disampaikan SWSI, bukan konfirmasi bahwa bantuan sudah disalurkan.

Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut menghadiri kegiatan tersebut menekankan pentingnya pemeriksaan berkala untuk menemukan faktor risiko penyakit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Budi menyoroti penyakit stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal sebagai persoalan kesehatan serius yang dapat memengaruhi usia harapan hidup masyarakat.

Menurut laporan ANTARA, peserta tertua yang menghadiri kegiatan pemeriksaan kesehatan wartawan senior tersebut berusia 86 tahun.

Pemerintah menargetkan peningkatan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari sekitar 72 tahun menjadi 76 tahun. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menjadi salah satu bagian dari pencapaian sasaran tersebut.

Dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan pada 22 Oktober 2026, pemerintah mengidentifikasi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, gangguan kadar lemak darah, dan obesitas sebagai faktor risiko penting yang perlu ditemukan sejak dini.

Pemeriksaan kesehatan memungkinkan seseorang mengetahui kondisi yang sebelumnya mungkin tidak menimbulkan keluhan. Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan kebutuhan konsultasi, pemantauan, maupun penanganan lanjutan.

Program CKG Nasional Fokus pada Tindak Lanjut

Kegiatan untuk wartawan senior merupakan salah satu bentuk pelaksanaan CKG yang diarahkan kepada kelompok masyarakat tertentu.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa hingga pemaparan capaian pada 22 Oktober 2026, program CKG telah menjangkau 109.300.240 orang dari target 130.344.650 sasaran.

Layanan tersebut dilaporkan tersedia di 10.319 puskesmas dan telah menjangkau seluruh 514 kabupaten/kota di 38 provinsi.

Memasuki 2026, pemerintah juga menempatkan tindak lanjut hasil pemeriksaan sebagai fokus program. Artinya, pencapaian CKG tidak hanya dinilai berdasarkan jumlah warga yang diperiksa, tetapi juga upaya mengendalikan masalah kesehatan yang ditemukan.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menjelaskan adanya skema penanganan awal bagi peserta yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, dengan pelayanan berikutnya mengikuti ketentuan program dan jaminan kesehatan yang berlaku.

Dengan pendekatan tersebut, pemeriksaan diharapkan menjadi langkah awal menuju pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan pemeriksaan sesaat.

Wartawan Senior Diharapkan Terus Membimbing Generasi Muda

Selain persoalan kesehatan, Meutya mengingatkan pentingnya pengalaman wartawan senior dalam menjaga kualitas pemberitaan di tengah perubahan industri media.

Menurutnya, pengalaman meliput peristiwa, memahami berbagai sudut pandang, memeriksa informasi, serta mempertimbangkan dampak sebuah pemberitaan merupakan kemampuan yang perlu diwariskan kepada wartawan generasi berikutnya.

Ia menilai pengalaman para jurnalis senior masih dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi derasnya arus informasi, termasuk informasi keliru dan menyesatkan.

Meutya juga membuka peluang kegiatan bersama antara Kemkomdigi dan SWSI untuk berbagi pengetahuan serta prinsip-prinsip dasar jurnalistik dengan wartawan muda.

Peluang tersebut masih berupa gagasan kolaborasi. Belum tersedia informasi terverifikasi mengenai jadwal, bentuk kegiatan, maupun jumlah peserta program pembinaan yang direncanakan.

Melalui kegiatan CKG, perhatian terhadap kesehatan wartawan senior diharapkan berjalan seiring dengan upaya mempertahankan kontribusi mereka dalam dunia jurnalistik.

Sementara itu, tindak lanjut terhadap peserta yang membutuhkan perawatan menjadi hal penting untuk memastikan manfaat pemeriksaan kesehatan benar-benar dirasakan.

Komentar

0 tanggapan

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan WA f X ➤
5 Menit Melek Hukum GABUNG