B
KAMUS HUKUM MIMBAR HUKUM

Batas Maksimum Penguasaan Tanah

Agraria, Perumahan & Konstruksi›Agraria & Pertanahan

Definisi lengkap, dasar hukum, contoh penerapan, putusan, prosedur, dan relasi untuk memahami istilah hukum Indonesia secara praktis.

1 ViewsHuruf B
Batas Maksimum Penguasaan Tanah

Batas Maksimum Penguasaan Tanah merupakan istilah penting dalam hukum agraria. Entri ini membantu pembaca memahami makna, ruang lingkup, dasar hukum, dan penggunaannya dalam konteks hukum Indonesia.

Pengertian Singkat

Batas Maksimum Penguasaan Tanah merupakan istilah penting dalam hukum agraria. Entri ini membantu pembaca memahami makna, ruang lingkup, dasar hukum, dan penggunaannya dalam konteks hukum Indonesia.

Definisi Lengkap

Berikut pengertian Batas Maksimum Penguasaan Tanah serta konteks penggunaannya dalam sistem hukum Indonesia.

Batas Maksimum Penguasaan Tanah adalah pembatasan luas tanah pertanian yang dapat dimiliki atau dikuasai oleh satu keluarga atau badan hukum sesuai peraturan pelaksana landreform.

Uraian ini merupakan penjelasan editorial yang disusun dengan merujuk pada UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Untuk penerapan pada perkara atau kebijakan tertentu, pengertian harus dibaca bersama rumusan pasal, perubahan peraturan, putusan pengadilan yang relevan, dan fakta konkret.

Unsur / Syarat Hukum PREMIUM

Analisis unsur tersedia untuk Member Premium.Buka Premium →

Penjelasan Dasar Hukum PREMIUM

Penjelasan pasal dan relevansinya tersedia di Premium.Buka Premium →

Contoh

Contoh berikut bersifat ilustratif untuk membantu memahami penerapan Batas Maksimum Penguasaan Tanah dalam situasi yang mungkin terjadi.

01

Contoh Penerapan

Contoh hipotetis — Dalam situasi yang tunduk pada UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, terdapat fakta yang menunjukkan pembatasan luas tanah pertanian yang dapat dimiliki atau dikuasai oleh satu keluarga atau badan hukum sesuai peraturan pelaksana landreform. Apabila unsur dan persyaratan hukumnya terpenuhi, keadaan tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan konsep Batas Maksimum Penguasaan Tanah.

Contoh ini bersifat hipotetis untuk pendidikan hukum, bukan pendapat hukum atas perkara tertentu. Penilaian kasus nyata harus berdasarkan naskah hukum yang berlaku, alat bukti, kewenangan lembaga, dan keadaan faktual.

Yang Bukan Termasuk PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Akibat Hukum PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Hak dan Kewajiban PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Apa yang Harus Dilakukan? PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Dokumen yang Dibutuhkan PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Putusan / Yurisprudensi PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Perbedaan dengan Istilah Lain PREMIUM

Bagian ini merupakan analisis lanjutan MIMBAR HUKUM Premium.Buka Premium →

Istilah Terkait

Beberapa istilah hukum berikut memiliki hubungan dengan Batas Maksimum Penguasaan Tanah dan dapat membantu memperluas pemahaman pembaca.

Sumber Resmi

Rujukan resmi yang digunakan untuk memeriksa dan menyusun istilah hukum ini.

FAQ

Berikut pertanyaan yang sering diajukan mengenai Batas Maksimum Penguasaan Tanah beserta jawaban ringkasnya.

QApa yang dimaksud dengan Batas Maksimum Penguasaan Tanah?
A

Batas Maksimum Penguasaan Tanah pada pokoknya berarti pembatasan luas tanah pertanian yang dapat dimiliki atau dikuasai oleh satu keluarga atau badan hukum sesuai peraturan pelaksana landreform.

QApa dasar hukum Batas Maksimum Penguasaan Tanah?
A

Rujukan utama entri ini adalah Ketentuan pembatasan penguasaan tanah — Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

QApakah pengertian Batas Maksimum Penguasaan Tanah selalu sama dalam semua peraturan?
A

Tidak selalu. Entri ini menjelaskan Batas Maksimum Penguasaan Tanah dalam konteks UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria; peraturan lain dapat memberi ruang lingkup atau akibat hukum yang berbeda.

QMengapa Batas Maksimum Penguasaan Tanah penting dipahami?
A

Istilah ini membantu memahami pihak, tindakan, hak, kewajiban, prosedur, atau akibat hukum yang relevan dalam Hukum Tanah dan Agraria.

QBagaimana menggunakan pengertian Batas Maksimum Penguasaan Tanah pada kasus nyata?
A

Cocokkan pengertian dengan rumusan norma yang berlaku dan fakta perkara. Contoh dalam Kamus Hukum bersifat hipotetis dan tidak menggantikan analisis hukum profesional.

Riwayat Pembaruan

  • 30 September 2026 — Struktur diperbarui ke MBG MBG MBG MASTER TEMPLATE ISTILAH HUKUM V2 dan dilengkapi melalui Quality Audit & Mass Upgrade Engine.

Status mutu: 100% · PREMIUM-READY

Jelajahi Huruf BIstilah hukum lainnya
Lihat semua →
📚
INDEKS HUKUM (A–Z)Jelajahi seluruh istilah hukum berdasarkan abjad
Lihat Indeks →
Tags
Batas Maksimum Penguasaan TanahHukum AgrariaHukum IndonesiaHukum Tanah dan Agraria

Diskusi & Komentar

Ada pertanyaan atau pendapat mengenai Batas Maksimum Penguasaan Tanah? Sampaikan di sini.

Catatan edukasi: uraian ini membantu memahami konsep hukum secara umum. Penerapan pada perkara konkret dapat berbeda menurut fakta, alat bukti, status peraturan, putusan pengadilan, serta kewenangan lembaga yang menangani.