JAKARTA, MIMBARBANGSA.COM — Komisi III DPR RI berkunjung ke kediaman Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Jakarta, Sabtu (3/10/2026), tidak lama setelah pergantian pimpinan di tubuh Polri. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan kunjungan tersebut merupakan tradisi yang dilakukan komisinya setiap terjadi pergantian Kapolri. Dalam pertemuan itu, anggota Komisi III berbincang dengan Suyudi mengenai arah kepemimpinan serta pembenahan institusi kepolisian. Sejumlah anggota DPR juga menyampaikan keluhan yang mereka terima mengenai perilaku oknum pejabat Polri.
Habiburokhman menjelaskan Suyudi turut memperkenalkan anggota keluarganya kepada rombongan Komisi III dalam pertemuan tersebut. Menurut dia, Kapolri juga menegaskan kembali komitmennya untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat melalui konsep yang menjadi arah kepemimpinannya. Pertemuan berlangsung dalam konteks awal masa jabatan Suyudi setelah ia dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Pergantian tersebut kemudian ditandai dengan penyerahan Panji Polri Tribrata dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Suyudi pada 2 Oktober 2026.
Komisi III Sampaikan Keluhan soal Oknum Polri
Dalam pertemuan itu, anggota Komisi III DPR menyampaikan dukungan terhadap upaya pembenahan institusi Polri di bawah kepemimpinan baru. Habiburokhman mengatakan sebagian anggota juga menyampaikan keluhan mengenai adanya oknum pejabat Polri yang dinilai arogan dan meminta persoalan tersebut diperbaiki. Pernyataan itu merupakan keterangan Ketua Komisi III mengenai isi pertemuan dan tidak disertai identitas pejabat atau kasus tertentu dalam laporan yang tersedia. Karena tidak ada rincian tambahan, keluhan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan personel maupun perkara tertentu.
Kunjungan Komisi III berlangsung setelah DPR menyelesaikan rangkaian persetujuan terhadap Suyudi sebagai Kapolri. Sebelumnya, Komisi III melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan, kemudian menyetujui Suyudi secara aklamasi sebelum keputusan itu dibawa ke Rapat Paripurna DPR. Dalam pemaparannya di parlemen, Suyudi membawa arah kepemimpinan yang menekankan kedekatan polisi dengan masyarakat dan membuka ruang terhadap koreksi publik. DPR melalui sejumlah anggotanya juga telah menyampaikan berbagai harapan mengenai pelayanan masyarakat, pemberantasan narkoba, dan perbaikan kinerja kepolisian.
Suyudi Prioritaskan Konsolidasi dan Pelayanan Publik
Setelah dilantik, Suyudi menyatakan fokus awal kepemimpinannya mencakup konsolidasi internal, peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta penguatan kedekatan polisi dengan masyarakat. Ia juga menyampaikan rencana melakukan evaluasi terhadap berbagai program dan persoalan di internal kepolisian. Program yang masih dinilai berjalan baik akan dilanjutkan, sementara bagian yang membutuhkan perbaikan akan menjadi sasaran pembenahan. Arah tersebut disampaikan Suyudi dalam keterangan resmi seusai pelantikannya sebagai Kapolri.
Di sisi legislatif, pengawasan Komisi III terhadap Polri mencakup antara lain bidang hukum, keamanan, dan penegakan hukum yang menjadi ruang kerja komisi tersebut. Anggota Komisi III Abdullah, misalnya, pada 2 Oktober meminta kepemimpinan Polri yang baru memastikan setiap laporan masyarakat mendapat tindak lanjut yang jelas. Menurutnya, warga perlu mengetahui perkembangan laporan sejak diterima hingga proses penanganannya berlangsung. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu isu yang mulai disorot pada masa awal kepemimpinan Suyudi.
Pertemuan di kediaman Kapolri tersebut tidak dilaporkan sebagai rapat kerja formal Komisi III dengan Polri. Informasi yang tersedia menyebutnya sebagai tradisi kunjungan yang dilakukan setelah pergantian Kapolri, sedangkan agenda pembahasan yang diungkap ke publik berkisar pada perkenalan keluarga, arah kepemimpinan, dukungan terhadap pembenahan, dan keluhan anggota DPR. Tidak ada keterangan dalam sumber yang diverifikasi mengenai keputusan resmi atau kesepakatan kebijakan yang dihasilkan dari pertemuan itu. Karena itu, pertemuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai kunjungan awal dalam hubungan kerja antara Komisi III dan pimpinan baru Polri.
Awal Masa Kepemimpinan Kapolri Baru
Suyudi resmi memimpin Polri setelah rangkaian pergantian kepemimpinan yang berlangsung pada awal Oktober 2026. Dalam agenda serah terima di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Panji Tribrata diserahkan dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Polri menyebut prosesi tersebut sebagai bagian dari regenerasi dan pergantian kepemimpinan di institusi kepolisian. Rangkaian itu berlangsung sehari sebelum kunjungan Komisi III ke kediaman Kapolri.
Program yang dikemukakan Suyudi pada awal kepemimpinannya juga menempatkan hubungan polisi dan masyarakat sebagai salah satu fokus. Dalam keterangan resmi Polri, ia menyebut konsolidasi internal, pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta kedekatan dengan masyarakat sebagai agenda awal yang akan dijalankan. Pemerintah juga memberikan arahan terkait penanganan sejumlah kejahatan, termasuk narkotika, penyelundupan, dan judi daring, sebagaimana disampaikan dalam keterangan Polri setelah pelantikan. Implementasi agenda tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Polri dan pengawasan lembaga terkait, termasuk DPR.
Kunjungan Komisi III pada Sabtu itu menjadi salah satu interaksi awal antara lembaga legislatif yang membidangi urusan hukum dan pimpinan baru Polri. Dukungan terhadap pembenahan institusi disampaikan bersamaan dengan catatan mengenai pelayanan serta perilaku sebagian oknum yang dikeluhkan anggota DPR. Belum ada rincian mengenai tindak lanjut khusus terhadap keluhan tersebut dalam informasi yang telah dipublikasikan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada langkah internal Polri serta pembahasan formal yang dilakukan bersama Komisi III dalam fungsi pengawasan DPR.





Komentar
0 tanggapan